Minggu, 08 November 2026

Airin Rico Waas Ajak Masyarakat Medan Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Minggu, 08 November 2026 12:40 WIB
Airin Rico Waas Ajak Masyarakat Medan Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas saat menerima audiensi tim Fakultas Kedokteran USU di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (6/11/2026).

Medan (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kanker payudara melalui penguatan edukasi dan deteksi dini.

Upaya ini dinilai penting untuk mencegah keterlambatan penanganan sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Ajakan tersebut disampaikan Airin saat menerima audiensi tim Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, pada 6 November 2026.

Dalam pertemuan tersebut, tim FK USU menyampaikan rencana penelitian bertajuk Penguatan Sistem Kesehatan untuk Meningkatkan Deteksi dan Diagnosis Dini Kanker Payudara di Kota Medan.

Airin menyambut baik rencana penelitian tersebut. Ia mendorong agar edukasi kanker payudara diintegrasikan ke dalam program rutin masyarakat, seperti Posyandu dan berbagai kegiatan komunitas.

"Posyandu kita memiliki program rutin. Nantinya, kita bisa mengundang dokter untuk sekaligus memberikan edukasi tentang kanker payudara dan program kesehatan lainnya. Kalau ada kegiatan komunitas, para dokter juga bisa kita libatkan," ujar Airin.

Menurut Airin, edukasi kesehatan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader PKK, kepala lingkungan (kepling), hingga masyarakat luas.

Keterlibatan tenaga medis diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar sehingga informasi kesehatan bisa diteruskan hingga ke lingkungan keluarga.

Selain penyuluhan secara langsung, ia juga mendorong pemanfaatan media publik dan media sosial untuk memperluas jangkauan edukasi.

Airin berharap materi kampanye kesehatan dikemas secara kreatif, ringan, dan menarik agar mudah dipahami seluruh kalangan, terutama generasi muda.

"Edukasi ini harus kita kemas dalam bentuk yang ringan dan menarik. Jangan sampai ketika masyarakat melihat kontennya, mereka justru langsung melewati karena penyampaiannya kurang menarik," katanya.

Ia juga meminta agar materi edukasi mencakup panduan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), pengenalan gejala awal kanker payudara, serta langkah-langkah deteksi dini.

Sementara itu, perwakilan tim peneliti FK USU, dr Ivana Alona MPH SpKKLP mengungkapkan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat, stigma sosial, dan ketakutan terhadap diagnosis masih menjadi kendala dalam penanganan kanker payudara.

Ivana yang juga menjabat Manajer Hukum dan Humas RSP CPL USU tersebut menyebutkan, berdasarkan penelitian kolaborasi USU dengan SingHealth Duke-NUS Singapura yang berlangsung sejak Mei 2025, sekitar 60 persen pasien kanker payudara di Indonesia datang ke rumah sakit ketika sudah berada pada stadium lanjut.

"Karenanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TP PKK, Posyandu, kader kesehatan, penyintas kanker, tokoh masyarakat, hingga dukungan dari keluarga sangat krusial," ungkap Ivana.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya edukasi serta deteksi dini kanker payudara di Kota Medan semakin optimal.

Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mengenali gejala awal dan segera melakukan pemeriksaan medis apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
USU Ikut Rumuskan Kebijakan Strategis Nasional, Perkuat Rekomendasi Sistem Kesehatan
Airin Rico Waas Hadiri Raker Posyandu se-Sumut, Dorong Transformasi Pelayanan Enam Bidang SPM
Anggaran Sumut 2027 Turun Rp1,2 Triliun, Pemprov Gandeng USU Cari Solusi Pembangunan
Airin Rico Waas Minta Lomba B2SA 2026 Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Medan
Airin Rico Waas Ajak Anak-anak Kenali Mitigasi Bencana Sejak Dini
USU Raih Mandaya Awards 2026 Berkat Pengembangan Agrowisata Taman Seribu Bunga di Karo
komentar
beritaTerbaru