Ivana yang juga menjabat Manajer Hukum dan Humas RSP CPL
USU tersebut menyebutkan, berdasarkan penelitian kolaborasi
USU dengan SingHealth Duke-NUS Singapura yang berlangsung sejak Mei 2025, sekitar 60 persen pasien kanker payudara di Indonesia datang ke rumah sakit ketika sudah berada pada stadium lanjut.
"Karenanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TP PKK, Posyandu, kader kesehatan, penyintas kanker, tokoh masyarakat, hingga dukungan dari keluarga sangat krusial," ungkap Ivana.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya edukasi serta deteksi dini kanker payudara di Kota Medan semakin optimal.
Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mengenali gejala awal dan segera melakukan pemeriksaan medis apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan. (P3)
beritaTerkait
komentar