Dukungan pendidikan turut diberikan melalui program beasiswa bagi
dokter spesialis, dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya. Sepanjang periode 2024-2026,
Kemenkes telah memberikan 4.592 beasiswa, yang terdiri atas 2.696 beasiswa
dokter spesialis, 1.081 beasiswa dokter dan dokter gigi, serta 815 beasiswa tenaga kesehatan.
"Sejak kabinet ini dibentuk, sudah ada 4.592 beasiswa yang diberikan Kementerian Kesehatan. Ke depan, kita ingin memastikan beasiswa ini semakin tepat sasaran, terutama bagi putra-putri daerah yang membutuhkan," tutur Budi.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi dokter spesialis dilakukan melalui program fellowship di luar negeri, terutama untuk memperkuat layanan jantung dan stroke serta meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi medis modern.
Sebanyak 136
dokter spesialis telah mengikuti pelatihan di Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia. Dari jumlah tersebut, 65 dokter telah menyelesaikan pelatihan dan kembali ke daerah asalnya.
Melalui pengembangan pendidikan berbasis rumah sakit, penugasan tenaga kesehatan, pemberian beasiswa, dan pelatihan lanjutan, Kemenkes berharap ketersediaan serta pemerataan tenaga medis dapat semakin meningkat.
Upaya ini diharapkan memperkuat pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan sehingga masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih optimal. (R)
beritaTerkait
komentar