Senin, 19 Oktober 2026

Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker Tambahan per Provinsi untuk Tangani Dampak Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 10:50 WIB
Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker Tambahan per Provinsi untuk Tangani Dampak Karhutla
Kemenkes RI mempercepat penyaluran bantuan medis dan meningkatkan kapasitas layanan rumah oksigen di wilayah terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat penyaluran bantuan medis dan meningkatkan kapasitas layanan rumah oksigen di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Dilansir dari laman Kemkes, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, pada 17 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menegaskan pentingnya respons darurat yang terpadu antara pemerintah pusat dan daerah.

"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak karhutla," ujar Sugiono.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan distribusi logistik medis serta penyiapan layanan kesehatan darurat melalui koordinasi dengan dinas kesehatan setempat.

Kemenkes menginstruksikan pengiriman tambahan sebanyak 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak, disertai penyediaan oxygen concentrator (OC) dan obat-obatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah," tegas Budi.

Ia juga meminta seluruh puskesmas di wilayah terdampak untuk membuka layanan rumah oksigen dan memastikan ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan kepala dinas kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota, kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes dari tujuh wilayah terdampak, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Koordinasi dilakukan secara rutin untuk memetakan kondisi masyarakat di lapangan sekaligus memastikan bantuan medis dapat tiba tepat waktu dan sesuai kebutuhan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Gangguan Penglihatan, 1,6 Juta Orang Terindikasi Bermasalah pada Mata
Kemenkes RI dan Inggris Luncurkan Tangguh+ untuk Perkuat Sistem Kesehatan Indonesia
Pemprov Sumut Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan Karhutla dan Polusi Udara, Daerah Diminta Siaga
BNPB Catat 639,23 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi Prioritas
Kemenkes: Kesehatan Jiwa Jadi Kunci Peningkatan Kualitas SDM Indonesia
Asap Selimuti Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer
komentar
beritaTerbaru