Ahmad menyebut Kabupaten
Bekasi memiliki sejumlah potensi kerawanan, mulai dari banjir, kekeringan, angin ribut, hingga kondisi kedaruratan lainnya. Pengalaman menghadapi berbagai situasi tersebut, menurutnya, menjadi modal untuk memperkuat kapasitas organisasi dan profesionalisme relawan.
"Ke depan tantangannya akan semakin kompleks. Karena itu, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk membenahi pengelolaan
PMI, meningkatkan kualitas pelayanan sosial kemanusiaan, dan menghadirkan program yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat," kata Ahmad.
Ia menjelaskan, sejumlah program menjadi fokus PMI Kabupaten Bekasi selama masa bakti 2026-2031. Di antaranya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan layanan donor darah, memastikan stok darah yang memadai dan berkualitas, serta mempercepat respons terhadap bencana dan kondisi kedaruratan.
Selain itu, pelayanan kemanusiaan akan diperluas hingga seluruh 23 kecamatan di Kabupaten
Bekasi. "Kami berkomitmen memperkuat pengelolaan
PMI, meningkatkan kapasitas ketersediaan stok darah, mempercepat respons bencana dan kedaruratan, serta memperluas pelayanan ke 23 kecamatan. Kami juga akan memperkuat
PMI kecamatan dan Siaga Berbasis Masyarakat atau SIBA," tuturnya. (R)
beritaTerkait
komentar