Rabu, 16 September 2026

Layanan Pijat Dinsos Jateng Bantu Kafilah MTQ Sekaligus Berdayakan Difabel Netra

Rabu, 16 September 2026 16:00 WIB
Layanan Pijat Dinsos Jateng Bantu Kafilah MTQ Sekaligus Berdayakan Difabel Netra
Layanan pijat bugar yang disediakan Dinsos Jawa Tengah selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mendapat sambutan positif dari para kafilah.

Semarang (buseronline.com) - Layanan pijat bugar yang disediakan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 mendapat sambutan positif dari para kafilah.

Dilansir dari laman Jatengprov, selain membantu memulihkan kebugaran peserta setelah mengikuti perlombaan, layanan yang berlokasi di Kantor Dinsos Jateng tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas netra.

Salah satu kafilah yang merasakan manfaat layanan tersebut adalah Rosyid, peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) dari Sumatera Barat. Ia mengaku tubuhnya terasa pegal setelah menempuh perjalanan menuju Semarang dan mengikuti perlombaan selama sekitar delapan jam di depan laptop.

"Kebetulan tampilnya kan delapan jam, delapan jam di depan laptop, ngetik, ya tubuh cukup capek. Adanya layanan pijat ini sangat membantu, bikin fresh lagi," ujar Rosyid di stan pijat MTQ Nasional, Kantor Dinsos Jateng, pada 15 September 2026.

Hal serupa disampaikan Zukhrufil Shodri, peserta cabang Tilawah Remaja asal Sumatera Barat. Dengan tarif Rp50.000 per jam, ia mendapatkan layanan pijat dari kaki hingga kepala oleh terapis penyandang disabilitas netra.

Shodri menilai keberadaan stan pijat tersebut sangat membantu, terutama bagi kafilah yang harus menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.

"Saya ini sudah dua kali ikut MTQ nasional, ini yang pertama ada stan pijat, sehingga terbantu sekali. Soalnya kawan-kawan dari provinsi lain biasanya rata-rata mereka itu capek luar biasa, karena perjalanan yang jauh," katanya.

Di balik layanan tersebut, terdapat misi pemberdayaan penyandang disabilitas. Salah satu terapis, Agus Setyawan dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Penganthi Temanggung, mengaku senang mendapat kesempatan terlibat dalam MTQ Nasional.

Agus bersama terapis lainnya memberikan layanan pijat bugar dengan sejumlah teknik, seperti shiatsu, segment, sport, dan kosmetik.

Menurut Agus, keterlibatan dalam berbagai kegiatan menjadi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Ia pun mengapresiasi Pemprov Jateng yang terus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas melalui berbagai kegiatan, mulai dari MTQ Nasional, bazar, hingga pameran.

"Setelah diajarkan beberapa teknik massage dan keterampilan yang lain, seperti musik, olahraga, dan sebagainya, saya merasa senang dan lebih optimis untuk menjalankan hidup, untuk percaya diri," tuturnya.

Dalam MTQ Nasional XXXI, layanan pijat bugar tersebut melibatkan 20 penyandang disabilitas netra dari empat panti sosial binaan Pemprov Jateng, yakni PPSDSN Penganthi Temanggung, PPSDSN Bhakti Candrasa Surakarta, Panti Pelayanan Sosial Lansia Bojongbata Pemalang, dan PPSDSN Pendowo Kudus.

Sekretaris Dinsos Jateng Isriadi Widodo mengatakan, layanan pijat dibuka mulai 13 hingga 19 September 2026, pukul 14.00-20.00 WIB. Tersedia tiga kamar untuk putra dan dua kamar untuk putri dengan tarif Rp50.000 per jam. "Sudah lebih dari 50 orang yang memanfaatkan layanan ini," ujar Isriadi.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari arahan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program memiliki dua tujuan, yakni membantu menjaga kebugaran para kafilah sekaligus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan memperoleh penghasilan.

"Mudah-mudahan dengan kesempatan ini semakin banyak pasien yang berdatangan, karena kita juga berharap ini menjadi rezeki berkah bagi saudara-saudara kita yang netra. Dengan kegiatan MTQ ini bisa meningkatkan pendapatan mereka," katanya.

Isriadi berharap para penyandang disabilitas netra yang telah menjalani rehabilitasi sosial dapat terus mengembangkan keterampilan dan mampu hidup mandiri di tengah keluarga maupun masyarakat.

"Harapannya nanti para penyandang netra ini setelah menjalani proses rehabilitasi sosial di dalam panti, mereka bisa hidup mandiri di keluarga dan masyarakat," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Dorong Perlindungan Lahan Sawah untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Sekda Jateng Dorong Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Peserta
Pemprov Jateng Perluas Akses Layanan Kesehatan, Dorong Medical Tourism
18 Stan UMKM Jateng Siap Tampilkan Produk Unggulan di Kriyanusa 2026
Posyandu Kenanga Wonosobo Dinilai Penuhi Enam Standar Pelayanan Minimal
306 Nakes Disiagakan untuk Layani Kafilah MTQ XXXI di Semarang
komentar
beritaTerbaru