Selasa, 08 September 2026

Nakes Tembus Medan Ekstrem, Layani Warga Terdampak Gempa di Ende

Selasa, 08 September 2026 11:20 WIB
Nakes Tembus Medan Ekstrem, Layani Warga Terdampak Gempa di Ende
Jalan pegunungan yang rusak, tebing dan jurang curam, hingga perjalanan laut selama dua jam tidak menyurutkan langkah nakes untuk menjangkau masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Ende, NTT.
Menurut dr Halik, pelayanan dengan mendatangi langsung masyarakat menjadi salah satu cara efektif untuk memenuhi kebutuhan kesehatan selama fasilitas pelayanan kesehatan masih dalam proses pemulihan.

"Tim relawan menyisir wilayah kerja di masing-masing puskesmas untuk memastikan siapa saja yang sakit di pelosok desa sekalipun mendapatkan tindakan medis segera yang seharusnya mereka dapatkan," ujarnya.

Kedatangan tim medis mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Keterbatasan layanan membuat warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pengobatan, sementara sejumlah pustu di wilayah terdampak belum dapat berfungsi optimal.

Di Kabupaten Ende, dari 28 puskesmas yang ada, sedikitnya 12 puskesmas mendapatkan dukungan relawan kesehatan TCK Kemenkes RI. Dukungan tersebut diberikan untuk memperkuat tenda pelayanan kesehatan sekaligus membantu pelayanan dari desa ke desa di wilayah kerja puskesmas terdampak.

"Pada umumnya, puskesmas yang sebelumnya melayani masyarakat selama 24 jam kini harus beralih menjadi posko tenda pelayanan kesehatan karena bangunan yang rusak dan sejumlah petugasnya turut menjadi korban bencana," jelas dr Halik.

Kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Jalur pegunungan dengan jurang dan tebing curam diperparah kerusakan jalan serta longsor di sejumlah titik. Gempa susulan membuat masyarakat dan tenaga kesehatan harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

Meski menghadapi berbagai kendala, petugas puskesmas bersama para relawan terus berupaya menjangkau seluruh wilayah kerja dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan.

"Tantangan terbesar adalah kapasitas layanan kesehatan dasar yang belum memadai, bahkan sebelum bencana terjadi. Situasi ini diperberat dengan wilayah terdampak yang sulit diakses dan bertambah sulit pascabencana karena jalan putus atau longsor di sejumlah titik," ujar dr Halik.

Kementerian Kesehatan terus memperkuat respons kesehatan bersama pemerintah daerah melalui dukungan tenaga kesehatan, pelayanan kesehatan bergerak, tenda pelayanan kesehatan, serta distribusi logistik medis.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama fasilitas kesehatan yang terdampak gempa masih dalam proses pemulihan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
Brimob Sediakan Wi-Fi Gratis bagi Pengungsi Gempa di Manggarai
Pascagempa NTT, Polri Sambangi Personel Polres Ende yang Terdampak Bencana
Kemendikdasmen Berikan Dukungan Psikososial bagi Murid dan Guru Terdampak Gempa NTT
Kemenkes Kerahkan 392 Tenaga Kesehatan Tangani Korban Gempa Flores
Satgas SAR Brimob Berikan Trauma Healing kepada Anak Korban Gempa di Manggarai
komentar
beritaTerbaru