Jumat, 21 Agustus 2026

Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa

Jumat, 21 Agustus 2026 14:20 WIB
Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa
Kemenkes RI mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memastikan korban gempa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Ruteng (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan korban gempa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung persiapan rumah sakit lapangan tersebut pada 18 Agustus 2026. Fasilitas sementara ini disiapkan untuk mendukung pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa.

"Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi," kata Budi dilansir dari laman Kemkes.

Pada tahap awal, rumah sakit lapangan memiliki tiga tenda rawat inap dengan kapasitas masing-masing 20 pasien atau sekitar 60 tempat tidur. Selain itu, tersedia tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD) dan ruang operasi.

Kapasitas tersebut akan ditambah menjadi sedikitnya 100 tempat tidur. Kemenkes telah mengirimkan tenda tambahan dari Bali untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

"Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali," ujar Budi.

Rumah sakit lapangan tersebut menggunakan tenda standar tanggap bencana yang telah digunakan dalam berbagai penanganan bencana. Fasilitasnya dirancang agar dapat menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.

Area rawat inap juga dilengkapi lantai khusus untuk memudahkan mobilisasi pasien dan peralatan medis. Lantai tersebut sekaligus membantu menjaga kebersihan dan mencegah air masuk ke dalam tenda ketika hujan.

Sementara itu, ruang operasi menjadi salah satu fasilitas penting yang disiapkan. Ruangan tersebut dirancang steril dan dapat diisolasi untuk menjaga keselamatan pasien serta mencegah risiko infeksi selama tindakan pembedahan.

Ruang operasi dilengkapi lampu operasi, meja operasi, serta area untuk menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruangan akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.

"Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh," jelas Budi.

Keberadaan ruang operasi di rumah sakit lapangan dinilai penting untuk menangani korban dengan kondisi trauma, termasuk pasien yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan.

Dengan fasilitas tersebut, tindakan operasi dapat dilakukan tanpa harus menunggu hingga rumah sakit utama kembali berfungsi.

Selain di Kabupaten Manggarai, Kemenkes juga berencana membangun rumah sakit lapangan dengan konsep serupa di Kabupaten Nagekeo.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di wilayah yang fasilitas rumah sakit rujukannya turut terdampak gempa. "Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo," kata Budi.

Kemenkes juga terus memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, serta mengirimkan logistik kesehatan untuk mendukung penanganan korban gempa.

Dengan pembangunan rumah sakit lapangan tersebut, pemerintah berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai kebutuhan selama proses pemulihan fasilitas kesehatan berlangsung. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT Pascagempa 7,7 Magnitudo
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Kemenkes Perluas Skrining TB Berbasis AI ke Pesantren dan Permukiman Padat
Integrasi SATUSEHAT-SIAK Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Secara Digital
Operasi Katarak Gratis Bantu Masyarakat Kembali Produktif dan Mandiri
komentar
beritaTerbaru