Selasa, 18 Agustus 2026

Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 17:05 WIB
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Kemenkes RI bergerak cepat memulihkan layanan kesehatan di sejumlah wilayah NTT yang terdampak gempa bumi.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat memulihkan layanan kesehatan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi.

Dilansir dari laman Kemkes, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemulihan fungsi rumah sakit menjadi prioritas utama pemerintah. Kemenkes menargetkan seluruh RSUD terdampak dapat kembali menjalankan operasional dasar paling lama dalam waktu satu minggu.

"Prioritas utama untuk mengembalikan fungsi layanan di seluruh rumah sakit kabupaten/kota terdampak, untuk menghadapi lonjakan pasien dalam beberapa hari ke depan," ujar Budi di Jakarta, Minggu.

Pemulihan difokuskan pada layanan kesehatan yang bersifat esensial, terutama operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT, yakni Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Dua fasilitas kesehatan yang mendapat perhatian khusus adalah RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Kemenkes telah mengerahkan Rumah Sakit Lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi serta Emergency Medical Team (EMT) ke dua lokasi tersebut.

"Info sementara lokasi terparah di RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. RS Lapangan lengkap dengan fasilitas operasi, serta Emergency Medical Team yang terdiri dari dokter spesialis bedah, anestesi, dan emergensi sudah bergerak ke dua lokasi tersebut hari ini," kata Budi.

Khusus RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat, Kemenkes akan mengirimkan satu set Rumah Sakit Mobil, Senin (17/8/2026). Fasilitas tersebut dilengkapi dengan ruang operasi sehingga pelayanan medis dasar dan penanganan kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan rumah sakit.

Untuk mendukung sistem rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo juga disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Selain rumah sakit, Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dalam waktu dua minggu. Pelayanan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi menjadi salah satu prioritas agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.

Kemenkes juga telah mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di sembilan titik, yang terdiri dari satu HEOC tingkat pusat/provinsi dan delapan HEOC tingkat kabupaten/kota terdampak. Aktivasi ini bertujuan memperkuat koordinasi dan pemantauan kondisi kesehatan di lapangan.

Dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan telah dikirim ke Kabupaten Sikka dan Ende, sementara dua tim EMT dikerahkan untuk memperkuat pelayanan medis di wilayah terdampak.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Kerahkan 10 K9 SAR ke Flores untuk Percepat Pencarian Korban Gempa
Kemenkes Perluas Skrining TB Berbasis AI ke Pesantren dan Permukiman Padat
Integrasi SATUSEHAT-SIAK Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Secara Digital
Operasi Katarak Gratis Bantu Masyarakat Kembali Produktif dan Mandiri
Kemenkes dan Gavi Perkuat Kepercayaan Masyarakat terhadap Imunisasi Lewat Forum Pembelajaran Internasional
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran, 235 Pegawai Bakom RI Ikut Pemeriksaan
komentar
beritaTerbaru