Selasa, 28 Juli 2026

Pemerintah Perkuat Gerakan Jabar Berseka, Target Tangani 80 Persen Persoalan Sampah pada 2029

Selasa, 28 Juli 2026 18:50 WIB
Pemerintah Perkuat Gerakan Jabar Berseka, Target Tangani 80 Persen Persoalan Sampah pada 2029
Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Jumat (24/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah memperkuat upaya penanganan sampah melalui Gerakan Jabar Berseka dengan menargetkan penyelesaian 80 persen persoalan sampah di Jawa Barat pada 2029.

Dilansir dari laman Jabarprov, gerakan tersebut diluncurkan dalam Apel Siaga Jabar Berseka dan Deklarasi Bersama Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Jumat.

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 4.000 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, TNI, Polri, akademisi, mahasiswa, RT/RW, hingga komunitas lingkungan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengatasi persoalan sampah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi seluruh masyarakat.

Menurutnya, Bandung Raya menghasilkan hampir 2.000 ton sampah setiap hari sehingga diperlukan langkah nyata mulai dari tingkat rumah tangga.

"Masalah sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua. Kalau sampah dikelola dengan baik, justru bisa menghasilkan energi, pupuk, bahkan bahan bakar," ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini mempercepat pembangunan fasilitas pengolah sampah menjadi energi listrik di sekitar 60 kota. Selain itu, pemerintah menargetkan penghentian seluruh sistem pembuangan terbuka (open dumping) dalam dua tahun ke depan.

Zulkifli menegaskan pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumbernya agar dapat diolah secara optimal.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Gerakan Jabar Berseka. "Kalau ada sampah jangan divideo, tetapi dipungut. Budaya itu yang harus kita ubah," katanya.

Sebagai bagian dari gerakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memasukkan kegiatan memilah dan mengelola sampah ke dalam pembelajaran di sekolah.

Penerima bantuan pendidikan juga akan didorong membawa sampah plastik bersih ke sekolah untuk didaur ulang bersama perusahaan mitra.

Selain itu, Pemprov Jawa Barat akan menerbitkan Peraturan Gubernur yang mengatur larangan membuang sampah sembarangan disertai sanksi bagi pelanggar.

"Kita ingin Jawa Barat Berseka, hidup yang bersih, rapi, dan indah menuju Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah," ujar Dedi.

Melalui Gerakan Jabar Berseka, pemerintah berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, industri, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dapat mempercepat penyelesaian persoalan sampah.

Target penanganan 80 persen sampah pada 2029 diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Barat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
16 Talenta Terbaik Jawa Barat Siap Wakili Provinsi di FLS3N Nasional 2026
Buruan SAE Bandung Dipresentasikan di Forum Pangan Global untuk Perkuat Program MBG
Pemko Bandung Perkuat Deteksi Dini Thalasemia Lewat Edukasi dan Skrining Genetik
SMKN Maung Purwakarta Jalankan Pendidikan Ketarunaan Bersama Satbrimob Polda Jabar
200 Pelaku UMKM Ikuti Sosialisasi Pengadaan dan Akses Pembiayaan di Bandung
Persib Buka Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan, Igor Tolic Puji Penampilan Maung Bandung
komentar
beritaTerbaru