Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung membawa inovasi Buruan Sehat Alami Ekonomis (Buruan SAE) ke forum pangan global sebagai upaya memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dilansir dari laman Jabarprov, Kota
Bandung mengikuti Study Visit on School Meals Programme di Milan, Italia, atas undangan World Food Programme (WFP) dan Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP) pada 27 Juli 2026.
Delegasi Kota Bandung dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, yang juga merupakan penggagas Buruan SAE.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan pangan sehat dan berkelanjutan.
"Yang kami bawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga pengetahuan, jejaring, dan model tata kelola yang dapat diadaptasi untuk memperkuat sistem pangan serta meningkatkan kualitas layanan gizi bagi anak-anak di Kota Bandung," ujar Gin Gin.
Buruan SAE dinilai berhasil mengintegrasikan pertanian masyarakat, pengelolaan sampah organik, serta penyediaan pangan sehat di kawasan perkotaan.
Program ini menjadi salah satu inovasi Kota Bandung yang mendapat perhatian internasional dalam pengembangan sistem pangan berkelanjutan.
Gin Gin mengungkapkan, Kota
Bandung sebelumnya telah menerima apresiasi internasional atas proposal pengembangan School Meal pada April 2025.
Selanjutnya, pada Oktober 2025, Bandung meraih Special Mention Award kategori Food Waste berkat pengelolaan maggot Black Soldier Fly (BSF), komposting, dan pemberdayaan pertanian masyarakat.
"Buruan SAE tidak hanya berbicara tentang pertanian perkotaan, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang sehat, berkelanjutan, dan mendukung Program
Makan Bergizi Gratis. Pengalaman di Milan akan menjadi bekal penting untuk memperkuat implementasinya di Kota
Bandung," katanya.
Selama empat hari di Milan, delegasi mempelajari pengelolaan makanan sekolah, keamanan pangan, pengawasan mutu, hingga rantai pasok bahan pangan lokal. Delegasi Indonesia juga mengikuti lokakarya penyusunan modul pelatihan bagi pengelola dapur MBG serta sistem pengawasan keamanan pangan.
Pemko
Bandung berharap hasil kunjungan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan
Makan Bergizi Gratis.
Penguatan difokuskan pada aspek keamanan pangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi rantai pasok pangan lokal.
Ke depan, Pemkot
Bandung menargetkan integrasi Buruan SAE dengan kelompok tani dan peternak binaan DKPP sebagai pemasok bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Model tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani lokal.
Melalui partisipasi dalam forum internasional tersebut, Kota
Bandung semakin memperkuat posisinya sebagai rujukan dalam pengelolaan sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan WFP, MUFPP, dan berbagai mitra internasional juga diharapkan membuka peluang riset, pengembangan kapasitas, serta inovasi pangan bagi masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar