Senin, 05 Oktober 2026

Edukasi Kesehatan Mental Santri Diperkuat untuk Cegah Bullying dan Kekerasan

Rabu, 17 Juni 2026 13:50 WIB
Edukasi Kesehatan Mental Santri Diperkuat untuk Cegah Bullying dan Kekerasan
Ketua BKOW Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat menjadi narasumber pada kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak bertema Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya di Pesantren di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/6/2026).

Wonosobo (buseronline.com) - Upaya penguatan edukasi kesehatan mental bagi santri terus didorong sebagai langkah pencegahan kasus perundungan (bullying), kekerasan, dan berbagai persoalan psikologis di lingkungan pesantren.

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan kesehatan mental menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian serius, khususnya di kalangan remaja dan santri.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak) bertema Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya di Pesantren di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin.

Menurut Nawal, penguatan ketahanan emosional diperlukan untuk membentuk generasi muda yang tangguh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial. "Kesehatan mental ini menjadi salah satu isu yang terus kita berikan penguatan," ujarnya dilansir dari laman Jatengprov.

Ia menjelaskan, edukasi kesehatan mental tidak hanya dilakukan di pesantren, tetapi juga akan diperluas ke sekolah-sekolah, termasuk melalui kegiatan masa orientasi siswa.

Nawal menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, kemampuan mengelola tekanan dan membangun resiliensi emosional perlu terus diperkuat melalui pembinaan dan pendampingan.

Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga menyoroti masih terjadinya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pesantren. Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, tercatat 30 kasus kekerasan di pesantren sepanjang 2019 hingga 2025.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Porprov XVII Jateng Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan Menuju PON
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor
Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak
Nawal Dorong Penguatan Layanan Terpadu untuk Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
komentar
beritaTerbaru