Sabtu, 13 Juni 2026

Kemenkes Perkuat Skrining Hepatitis, Dorong Deteksi Dini Penyakit Hati Kronis

Sabtu, 06 Juni 2026 13:30 WIB
Kemenkes Perkuat Skrining Hepatitis, Dorong Deteksi Dini Penyakit Hati Kronis
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan kata sambutan dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hati kronis melalui perluasan skrining dan deteksi dini di masyarakat.

Dilansir dari laman Kemkes, langkah ini diambil untuk menekan tingginya beban penyakit hati yang diperkirakan masih dialami sekitar 70 juta penduduk di Indonesia.

Secara global, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian setiap tahun, dengan lebih dari separuh kasus berkaitan dengan infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang sering tidak terdeteksi hingga stadium lanjut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penyakit hati berkembang perlahan tanpa gejala jelas, sehingga banyak pasien baru mengetahui kondisinya saat sudah memasuki sirosis atau kanker hati.

"Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif. Pencegahan jauh lebih murah dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan pengobatan pada tahap lanjut," ujar Budi dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia di Jakarta, Selasa.

Saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia baru sekitar 10 persen, masih jauh dari target World Health Organization yang menargetkan 90 persen kasus terdeteksi dan 80 persen mendapatkan pengobatan.

Kemenkes telah mengintegrasikan skrining penyakit hati ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, serta penilaian fibrosis hati menggunakan metode APRI.

Selain itu, pemerintah memperkuat pencegahan melalui imunisasi Hepatitis B, profilaksis antivirus bagi ibu hamil, serta kebijakan pengendalian konsumsi gula, garam, dan lemak mulai 2026 untuk menekan faktor risiko penyakit metabolik.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia menekankan bahwa banyak kasus Hepatitis B kronis tidak bergejala, sehingga skrining di layanan kesehatan primer menjadi kunci pencegahan komplikasi seperti sirosis dan kanker hati.

Kemenkes mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis secara rutin agar penyakit dapat terdeteksi lebih dini dan peluang kesembuhan semakin besar. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Susun Aturan Kemasan Seragam Rokok dan Vape untuk Tekan Perokok Anak
Kemenkes Percepat Pemanfaatan Robotika untuk Tingkatkan Layanan Rehabilitasi Stroke
Kemenkes Luncurkan Kampanye #SehatTanpaRokok untuk Cegah Perokok Muda
Kemenkes Luncurkan Program Nutri-Level untuk Dorong Gaya Hidup Sehat
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Virus Hanta, Indonesia Belum Temukan Kasus HPS
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru