Meski mencatat banyak capaian positif, Dinkes Sumut tetap memberi perhatian khusus terhadap indikator angka kesakitan atau morbiditas yang terealisasi 10,43 persen dari target 10,03 persen dengan capaian 96,01 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi tantangan perubahan lingkungan serta beban ganda penyakit menular dan tidak menular.
Sementara itu, untuk prevalensi stunting pada balita, Dinkes Sumut masih menunggu rilis resmi analisis data final dari Kementerian Kesehatan. Keberhasilan sepanjang tahun 2025 tidak membuat
Pemprov Sumut berpuas diri.
Tahun ini, Dinkes Sumut terus mengakselerasi berbagai program promotif dan preventif melalui perluasan akses layanan kesehatan primer berbasis digital, penguatan posyandu aktif di tingkat desa, serta intervensi gizi terpadu guna menuntaskan stunting secara holistik.
"
Pemprov Sumut berkomitmen penuh memastikan bahwa status UHC dan peningkatan indeks kesehatan ini bukan sekadar pencapaian angka di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh setiap lapisan masyarakat Sumut menuju lingkungan yang sehat, berkah, dan sejahtera," ujar Faisal. (P3)
beritaTerkait
komentar