Skema pinjaman dari Korea Selatan, lanjut Erwin, dihitung berdasarkan kurs Rp14.500 per dolar AS saat studi kelayakan dilakukan.
Pinjaman direncanakan memiliki tenor 40 tahun dengan masa tenggang pembayaran pokok selama 10 tahun dan bunga sebesar 0,05 persen per tahun.
"Estimasi nilai pinjaman itu dihasilkan dari perhitungan studi kelayakan tim Korea. Sedangkan nilai pinjaman sebenarnya nanti akan ditentukan dari hasil tender," ungkapnya.
Menanggapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat, Erwin mengimbau agar informasi terkait pembangunan Tower B
RS Haji Medan disikapi secara bijak dan berdasarkan fakta.
"Mari kita sikapi dengan bijak. Jangan berlebihan, apalagi sampai dikembangkan menjadi informasi tidak benar atau hoaks," pungkasnya. (P3)
beritaTerkait
komentar