Jumat, 10 Juli 2026

Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek

Senin, 25 Mei 2026 18:10 WIB
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat meninjau program CKG bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Group Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui deteksi dini penyakit.

Hal itu disampaikannya saat meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Group Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Menurut Dante, kesehatan tidak boleh hanya dipandang sebagai upaya pengobatan saat sakit, melainkan harus dijaga sejak dini melalui pemeriksaan rutin.

Ia menyebut kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta menjadi langkah penting untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

"Kolaborasi dengan pihak swasta memungkinkan layanan kesehatan hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi. Langkah ini merupakan upaya promotif dan preventif pemerintah untuk mendeteksi dini penyakit," kata Dante dilansir dari laman Kemkes.

Program CKG hasil kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Gojek tersebut menyasar 17 kota di Indonesia sepanjang Februari hingga Desember 2026.

Program ini bertujuan mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung sebelum berkembang menjadi kondisi serius.

Program CKG komunitas GoTo telah berjalan sejak 2025. Hingga April 2026, sebanyak 1.141 peserta telah mendapatkan layanan di Jakarta dan Palembang.

Pada Mei 2026, cakupan program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target mencapai 4.000 peserta.

Dalam kegiatan di Bandung, para mitra pengemudi mendapatkan layanan kesehatan komprehensif meliputi pemeriksaan fisik, tekanan darah, gula darah, profil lipid, pemeriksaan mata, gigi, dan telinga.

Peserta dengan faktor risiko tertentu juga memperoleh layanan EKG, pemeriksaan SADANIS bagi perempuan, konsultasi dokter, hingga pemberian obat untuk diabetes dan hipertensi.

Hasil pemeriksaan ditindaklanjuti secara terintegrasi. Mitra yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan.

Peserta kategori hijau diberikan edukasi pola hidup sehat, sedangkan peserta kategori kuning dan merah langsung mendapatkan tindakan medis gratis.

VP Public Policy & Government Relation GoTo Group, Rangga D Fadillah mengatakan kesehatan mitra pengemudi menjadi perhatian utama perusahaan karena mereka merupakan garda terdepan layanan transportasi.

"Driver yang sehat adalah driver yang fokus. Dengan deteksi dini melalui CKG, kita meminimalkan risiko gangguan kesehatan mendadak saat mereka bertugas, yang secara langsung meningkatkan keselamatan baik bagi mitra, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya," ujar Rangga.

Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis nasional mampu menjangkau 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
Pemerintah Wajibkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien TB untuk Percepat Eliminasi 2030
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
Ratusan Atlet Pelajar Ramaikan O2SN SMA/SMK Tingkat Jawa Barat 2026
Surplus Neraca Perdagangan Jawa Barat Tembus USD 11,31 Miliar hingga Mei 2026
komentar
beritaTerbaru