Senin, 25 Mei 2026

Keselamatan Pasien Jadi Fondasi Utama Perluasan Layanan JKN

Senin, 25 Mei 2026 12:16 WIB
Keselamatan Pasien Jadi Fondasi Utama Perluasan Layanan JKN
Acara kick-off bertajuk Keselamatan Pasien Adalah Fondasi Utama Perluasan Layanan Kesehatan JKN di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Rabu (20/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa keselamatan pasien (patient safety) menjadi fondasi utama dalam perluasan layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penegasan tersebut disampaikan saat acara kick-off bertajuk Keselamatan Pasien Adalah Fondasi Utama Perluasan Layanan Kesehatan JKN di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Rabu.

Dilansir dari laman Kemkes, Benny menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara akses layanan kesehatan, mutu pelayanan, keberlanjutan pembiayaan, dan keselamatan pasien dalam sistem JKN.

"Dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan empat hal: akses pelayanan bagi masyarakat, mutu pelayanan kesehatan, keberlanjutan pembiayaan, dan keselamatan pasien atau patient safety," ujar Benny.

Ia menambahkan, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya tindakan medis yang dilakukan, tetapi dari ketepatan tindakan yang diberikan kepada pasien.

"Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan semata-mata melakukan lebih banyak tindakan, melainkan memberikan tindakan yang tepat kepada pasien yang tepat, pada waktu yang tepat," tegasnya.

Benny juga menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk mendukung BPJS Kesehatan dalam meningkatkan mutu layanan sekaligus memperkuat sistem pencegahan kecurangan (anti-fraud) di sektor kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan pihaknya terus berupaya membuka akses layanan kesehatan seluas-luasnya bagi masyarakat dengan tetap menjaga akuntabilitas pembiayaan.

Menurutnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi titik awal penguatan komitmen bersama antara BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dan seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

"Semangat Kebangkitan Nasional ini kita jadikan momentum untuk BPJS Kesehatan beserta Kemenkes dan seluruh stakeholder fasilitas kesehatan, bersama-sama mencanangkan komitmen menegakkan pakta integritas guna membuka akses layanan kesehatan," ujar Pujo.

Ia menjelaskan, BPJS Kesehatan kini telah bekerja sama dengan 165 Klinik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 45 layanan canggih, serta 43 rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru