Jumat, 22 Mei 2026

Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Diminta Waspada Jelang Idul Adha

Jumat, 22 Mei 2026 16:17 WIB
Kasus LSD dan PMK di Temanggung Terkendali, Peternak Diminta Waspada Jelang Idul Adha
Kasus penyakit hewan menular seperti LSD dan PMK di Kabupaten Temanggung hingga Mei 2026 terpantau masih terkendali.

Temanggung (buseronline.com) - Kasus penyakit hewan menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Temanggung hingga Mei 2026 terpantau masih terkendali.

Dilansir dari laman Jatengprov, meski demikian, para peternak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung Wisnu Widoyoko mengatakan berdasarkan data terbaru terdapat enam kasus LSD yang ditemukan di Kecamatan Kranggan, Kaloran, dan Kandangan.

"Dari jumlah tersebut, empat ekor ternak dinyatakan sembuh, sedangkan dua lainnya masih menjalani pengobatan," ujarnya, Rabu.

Sementara itu, kasus PMK tercatat mencapai 106 kasus yang tersebar hampir merata di sejumlah kecamatan di Kabupaten Temanggung.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 ekor ternak telah dinyatakan sembuh, sedangkan enam kasus lainnya masih dalam penanganan.

Wisnu menegaskan, pihaknya terus memperketat pengawasan lalu lintas ternak seiring meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Idul Adha.

"Pemeriksaan dilakukan secara intensif sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penularan penyakit hewan, seperti LSD, PMK, parasit darah, hingga cacingan," katanya.

Pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar hewan, tetapi juga menyasar peternakan milik warga. Petugas melakukan pengecekan kondisi fisik ternak, kelengkapan dokumen kesehatan, sekaligus memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan ternak.

Menurut Wisnu, sebagian besar kasus penyakit hewan di Temanggung berasal dari ternak yang didatangkan dari luar daerah.

"Biasanya pedagang atau peternak membeli hewan baru, lalu langsung mencampurnya dalam satu kandang. Kondisi tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada ternak yang sudah ada," jelasnya.

DKPPP Kabupaten Temanggung juga mengimbau peternak agar membeli ternak dalam kondisi sehat dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Selain itu, peternak diminta rutin membersihkan kandang serta menyediakan cairan disinfektan bagi setiap orang yang keluar masuk area peternakan.

Melalui pengawasan tersebut, DKPPP Temanggung berharap hewan kurban yang beredar di masyarakat tetap sehat, aman, dan layak dikurbankan saat Idul Adha mendatang. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Aman Jelang Idul Adha 1447 H
Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Sehat dan Sesuai Syariat Jelang Idul Adha 1447 H
Kementan Perketat Pengawasan Zoonosis dan Keamanan Pangan Jelang Idul Adha
Pemkab Rembang Gencarkan Vaksinasi PMK Jelang Idul Adha
Kontes Sapi APPSI Wonosobo 2026 Dongkrak Semangat dan Kualitas Peternak
Jateng Pastikan Ternak Sehat, Program Healing Diperkuat Jelang Idul Adha
komentar
beritaTerbaru