Temanggung (buseronline.com) - Kasus penyakit hewan menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Temanggung hingga Mei 2026 terpantau masih terkendali.
Dilansir dari laman Jatengprov, meski demikian, para peternak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Raya
Idul Adha.
Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung Wisnu Widoyoko mengatakan berdasarkan data terbaru terdapat enam kasus LSD yang ditemukan di Kecamatan Kranggan, Kaloran, dan Kandangan.
"Dari jumlah tersebut, empat ekor ternak dinyatakan sembuh, sedangkan dua lainnya masih menjalani pengobatan," ujarnya, Rabu.
Sementara itu, kasus PMK tercatat mencapai 106 kasus yang tersebar hampir merata di sejumlah kecamatan di Kabupaten Temanggung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 ekor ternak telah dinyatakan sembuh, sedangkan enam kasus lainnya masih dalam penanganan.
Wisnu menegaskan, pihaknya terus memperketat pengawasan lalu lintas ternak seiring meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban menjelang Idul Adha.
"Pemeriksaan dilakukan secara intensif sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penularan penyakit hewan, seperti LSD, PMK, parasit darah, hingga cacingan," katanya.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar hewan, tetapi juga menyasar peternakan milik warga. Petugas melakukan pengecekan kondisi fisik ternak, kelengkapan dokumen kesehatan, sekaligus memberikan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan ternak.
Menurut Wisnu, sebagian besar kasus penyakit hewan di Temanggung berasal dari ternak yang didatangkan dari luar daerah.
"Biasanya pedagang atau peternak membeli hewan baru, lalu langsung mencampurnya dalam satu kandang. Kondisi tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada ternak yang sudah ada," jelasnya.
DKPPP Kabupaten Temanggung juga mengimbau peternak agar membeli ternak dalam kondisi sehat dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Selain itu, peternak diminta rutin membersihkan kandang serta menyediakan cairan disinfektan bagi setiap orang yang keluar masuk area peternakan.
Melalui pengawasan tersebut, DKPPP Temanggung berharap hewan kurban yang beredar di masyarakat tetap sehat, aman, dan layak dikurbankan saat
Idul Adha mendatang. (R)
beritaTerkait
komentar