Kamis, 30 April 2026

Korlantas Gunakan Teknologi TAA Ungkap Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi

Kamis, 30 April 2026 12:40 WIB
Korlantas Gunakan Teknologi TAA Ungkap Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi
Kompol Sandhi Wiedyanoe.

Bekasi (buseronline.com) - Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Dilansir dari laman Humas Polri, insiden tragis tersebut terjadi, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB di wilayah Bekasi.

Kecelakaan melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line Cikarang.

Tabrakan terjadi di area stasiun dan menyebabkan korban jiwa serta luka-luka. Berdasarkan data, Rabu (29/4/2026), sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

Para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, RS Mitra Keluarga Bekasi, dan beberapa rumah sakit lainnya.

Dalam proses penyelidikan, Korlantas menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) untuk merekonstruksi kejadian secara detail.

Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe menjelaskan bahwa pihaknya mengoperasikan dua jenis perangkat TAA.

"Alat TAA kami ada dua, yaitu statis dan portable. Teknologi statis menggunakan kamera LiDAR dan kamera 360 derajat untuk memetakan lingkungan secara menyeluruh. Sementara teknologi portable menggunakan drone untuk menghasilkan visualisasi tiga dimensi dengan kualitas 4K," ujar Sandhi.

Ia menambahkan, hasil rekonstruksi tersebut akan menjadi alat bukti elektronik dalam proses penyidikan lanjutan, serta digunakan dalam tahapan penuntutan hingga persidangan. Selain itu, Korlantas juga menyoroti keterlibatan kendaraan taksi berwarna hijau dalam insiden tersebut.

Pihaknya akan melakukan evaluasi bersama Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel) terhadap perusahaan terkait.

"Kami akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Evaluasi terhadap perusahaan tersebut akan segera dilakukan," katanya.

Korlantas berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk PT Kereta Api Indonesia, guna memperkuat sistem keselamatan dan informasi operasional di lapangan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius di wilayah Bekasi dalam beberapa waktu terakhir, dan penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur
Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi BBM Subsidi Lewat Integrasi Data Kendaraan
Kakorlantas Tekankan Sinergi dalam Evaluasi Operasi Ketupat 2026
Hoaks Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Gratis Online, Korlantas Polri Beri Klarifikasi
Kakorlantas Polri Hadiri Polantas Menyapa Bersama Driver Ojol di Banjarmasin
Dirkamsel Korlantas Tekankan Integritas dan Ketelitian dalam Apel Pagi NTMC
komentar
beritaTerbaru