Rabu, 10 Juni 2026

Bareskrim Polri Musnahkan 1,02 Kg Sabu Hasil Ungkap Jaringan Narkoba di Riau

Rabu, 01 April 2026 02:00 WIB
Bareskrim Polri Musnahkan 1,02 Kg Sabu Hasil Ungkap Jaringan Narkoba di Riau
Petugas Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,02 kilogram hasil pengungkapan jaringan narkoba di Rokan Hulu, di ruang Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (30/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Bareskrim Polri memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,02 kilogram yang merupakan hasil pengungkapan jaringan narkoba di Kabupaten Rokan Hulu.

Dilansir dari laman Humas Polri, pemusnahan dilakukan di ruang Subdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Senin (30/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Franciska PS Munthe dan dihadiri Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, tim Puslabfor, serta tersangka Sugeng bin Kasiono.

Kehadiran unsur Provost Divpropam Polri dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses pemusnahan berjalan transparan serta mencegah adanya penyimpangan terhadap barang bukti.

Kasubdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Awaludin Amin menjelaskan bahwa pemusnahan dilakukan setelah adanya penetapan dari pengadilan.

Barang bukti dimusnahkan dengan cara dilarutkan menggunakan campuran air accu dan air panas sebelum dibuang.

Sebelum dimusnahkan, sebagian sampel sabu terlebih dahulu diuji oleh tim Puslabfor guna memastikan keasliannya sebagai narkotika.

Kasus ini terungkap dari penangkapan tersangka inisial Su (35) oleh tim Subdit II Dittipidnarkoba bersama Bea Cukai Riau pada 14 Februari 2026 di wilayah Rokan Hulu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa tersangka diamankan di Jalan Poros Desa Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan paket besar sabu yang disimpan dalam tas ransel, serta barang bukti lain berupa ponsel dan sepeda motor.

Saat ini, penyidik masih terus mendalami peran tersangka dan mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas.

“Kami akan melakukan pengembangan jaringan dan memastikan kasus ini disidik hingga tuntas,” tegas Eko. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
komentar
beritaTerbaru