Rabu, 10 Juni 2026

Aparat Berbaur dengan Warga di Pasar Sinak, Bangun Kepercayaan Bertahap

Selasa, 31 Maret 2026 02:00 WIB
Aparat Berbaur dengan Warga di Pasar Sinak, Bangun Kepercayaan Bertahap
Personel Operasi Damai Cartenz 2026 berinteraksi dengan warga saat berbelanja di Pasar Sinak, Kampung Gigobak, Puncak, Sabtu (28/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Puncak (buseronline.com) - Aktivitas Pasar Sinak di Kampung Gigobak, Sabtu (28/3/2026) pagi berlangsung seperti biasa. Mama-mama Papua terlihat duduk beralas tikar sederhana sambil menjajakan sayur-mayur, pinang, serta hasil kebun yang menjadi penopang ekonomi keluarga.

Dilansir dari laman Humas Polri, di tengah suasana tersebut, sejumlah personel Operasi Damai Cartenz 2026 hadir dan berbaur dengan masyarakat. Mereka tidak datang dalam situasi formal, melainkan ikut berbelanja di lapak warga, menyapa, serta berbincang santai dengan para pedagang.

Salah seorang mama penjual sayur mengaku merasakan suasana yang berbeda. Menurutnya, para personel tidak hanya membeli dagangan, tetapi juga sempat berbincang ringan. “Mereka datang beli sayur, sempat bicara juga. Baru kali ini seperti ini,” ujarnya.

Di sudut pasar, sejumlah anak terlihat memperhatikan dari kejauhan. Saat personel membagikan makanan ringan, sebagian anak mulai mendekat dengan rasa penasaran, sementara lainnya masih bertahan di samping orang tua.

Situasi ini menunjukkan bahwa rasa aman mulai tumbuh, meski belum sepenuhnya terbangun. Kehadiran aparat melalui aktivitas sederhana ini menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan di tengah masyarakat.

Tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berupaya hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, khususnya di ruang sosial seperti pasar.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan interaksi langsung dengan masyarakat merupakan langkah penting untuk membangun kedekatan.

“Kami ingin kehadiran personel tidak hanya dirasakan sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling percaya secara bertahap.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga menilai komunikasi yang terjalin melalui interaksi sederhana memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas jangka panjang. “Dari interaksi kecil, kita berharap tumbuh kepercayaan yang lebih kuat ke depannya,” katanya.

Meski demikian, proses membangun kepercayaan di tengah masyarakat tidak berlangsung instan. Sejumlah warga masih membutuhkan waktu untuk benar-benar merasa aman, seiring pengalaman dan situasi yang telah berlangsung lama.

Di Pasar Sinak, langkah kecil seperti membeli sayur dan menyapa menjadi awal dari upaya membangun hubungan yang lebih terbuka antara aparat dan masyarakat Papua secara perlahan dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
komentar
beritaTerbaru