Depok (buseronline.com) - Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat menerima kunjungan kehormatan Direktur NCT APAC dalam pertemuan strategis di Ruang Rapat Utama (Ruppatama) Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat, Jumat.
Dilansir dari laman Humas Polri, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi ancaman terorisme yang semakin kompleks dan lintas negara.
NCT APAC sendiri dikenal sebagai forum konferensi dan pameran pertahanan terkemuka di kawasan Asia-Pasifik yang berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi ancaman CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosives).
Dalam pertemuan tersebut, Dankorbrimob didampingi oleh sejumlah pejabat utama, antara lain Irjen Pol Reza Arief Dewanto, Brigjen Pol Mulyadi, serta Brigjen Pol Yopie Indra Sepang.
Sementara itu, delegasi internasional dipimpin oleh Ilja M Bonsen dari Belanda, bersama Mohd Amin Bin Mohd Nordin dan Kamaruzaman Bin Ahmad. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya sinergi lintas negara dalam membangun sistem keamanan global yang adaptif.
Sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kerja sama operasional di bidang penanganan bahan peledak dan kontra terorisme.
Diskusi berlangsung produktif dan konstruktif, menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Dalam kesempatan itu, Komjen Pol Ramdani Hidayat juga menyerahkan cinderamata kepada para tamu kehormatan sebagai simbol penghargaan dan persahabatan antar institusi. Penyerahan tersebut menjadi momen penting dalam mempererat hubungan baik yang telah terjalin.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman terorisme modern yang kian kompleks. Selain itu, ia juga mengapresiasi kunjungan tersebut yang diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih luas di masa mendatang.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diplomasi, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam membangun sinergi global guna meningkatkan kesiapsiagaan serta efektivitas penanggulangan ancaman keamanan modern. (R)
beritaTerkait
komentar