Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan empat program utama kampanye antikorupsi sepanjang tahun 2026.
Dilansir dari laman KPK, program ini dirancang untuk memperkuat nilai integritas di tengah masyarakat melalui pendekatan yang lebih kreatif, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam) KPK, Amir Arief mengatakan bahwa kampanye tahun ini mengusung semangat kolaboratif dengan berbagai elemen masyarakat.
“Empat program ini akan berjalan berdampingan, menyasar kelompok masyarakat, dan menanamkan pesan ‘Biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa’,” ujar Amir.
Empat program tersebut meliputi Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, Program BenarBenar, serta Pariwara Antikorupsi 2026.
Program JNBA kembali digelar dengan konsep baru berupa “pasar malam” yang akan berlangsung di 15 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Konsep ini menghadirkan ruang publik yang hangat dan terbuka agar masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan KPK.
Berbagai kegiatan edukatif akan disuguhkan, mulai dari pemutaran film, kelas publik, permainan, hingga diskusi bersama penyuluh antikorupsi. Selain itu, tersedia pula layanan publik seperti administrasi kependudukan, kesehatan, hingga UMKM.
Sebelumnya, program JNBA 2025 telah menjangkau 14 provinsi dan 73 kabupaten/kota dengan melibatkan hampir 500 ribu masyarakat.
Memasuki tahun ke-12, ACFFEST 2026 mengangkat tema “Dari Lensa, Integritas Terjaga.” Program ini menjadi ruang bagi sineas muda untuk menyuarakan isu korupsi melalui karya film.
Puncak festival akan digelar di Yogyakarta pada November 2026, dengan berbagai kategori lomba seperti film pendek fiksi, dokumenter, hingga film pelajar.
Selain itu, KPK juga mengadakan “Movie Day” di 12 provinsi sebagai sarana pemutaran film dan diskusi publik bersama komunitas lokal.
Program BenarBenar menyasar generasi muda melalui pendekatan kreatif seperti teater musikal dan stand-up comedy bertajuk “Operasi Tangkap Tawa (OTT).”
Pertunjukan teater musikal akan digelar bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda. Selain itu, program ini juga mencakup podcast, literasi melalui buku, serta kolaborasi dengan komunitas kreatif.
Melalui Pariwara Antikorupsi 2026, KPK menggandeng pemerintah daerah untuk memproduksi kampanye pencegahan korupsi, seperti pungutan liar dan penyalahgunaan fasilitas dinas.
Program ini dilengkapi dengan pelatihan, workshop, serta pendampingan teknis bagi pemda dalam menyusun kampanye yang efektif dan berintegritas. Puncaknya akan ditandai dengan penganugerahan pada November 2026.
KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Melalui JNBA, KPK hadir di tengah masyarakat. Melalui ACFFEST, KPK berbicara lewat cerita. Melalui BenarBenar, KPK menggugah generasi muda. Melalui Pariwara, KPK memperkuat garda pelayan publik,” tutup Amir. (R)
beritaTerkait
komentar