Semarang (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho resmi menutup Operasi Ketupat 2026 di Alun-alun Simpang Lima, Rabu malam.
Dilansir dari laman Humas Polri, meski operasi telah berakhir, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan pengamanan arus balik tetap berlanjut melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gelombang kedua arus balik Lebaran. “Operasi Ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” ujar Agus.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polri membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.
Hingga saat ini, arus lalu lintas di sejumlah wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya masih terpantau padat. Kepadatan tersebut dipicu oleh tingginya aktivitas silaturahmi masyarakat di masa libur Lebaran.
Untuk mengurai kepadatan, berbagai rekayasa lalu lintas diterapkan, mulai dari sistem one way nasional hingga one way lokal presisi. Selain itu, contraflow juga diperluas secara bertahap di sejumlah ruas Tol Trans Jawa.
Agus menegaskan, manajemen lalu lintas yang terukur mampu mengendalikan arus mudik dan balik meskipun volume kendaraan cukup tinggi.
Dari sisi keselamatan, Operasi Ketupat 2026 mencatat capaian positif. Angka fatalitas korban kecelakaan menurun hingga 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan turun sebesar 5,75 persen.
Ia pun mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan serta kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Menurutnya, keberhasilan pengamanan mudik tahun ini merupakan hasil kerja bersama.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar