Senin, 06 April 2026

Arus Balik Mulai Terlihat di Hari ke-11, Polri Perketat Pengamanan Operasi Ketupat 2026

Agie HT Bukit SH - Selasa, 24 Maret 2026 03:06 WIB
Arus Balik Mulai Terlihat di Hari ke-11, Polri Perketat Pengamanan Operasi Ketupat 2026
Juru Bicara Satgas Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan perkembangan hari ke-11 Operasi Ketupat 2026 di Posko Satgas Humas, Jakarta, Senin (23/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengintensifkan pengamanan dan pengawalan arus lalu lintas selama periode Lebaran.

Dilansir dari laman Humas Polri, berdasarkan pemantauan Satgas Humas pada Minggu (22/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3/2026) pukul 06.00 WIB, pergerakan masyarakat mulai menunjukkan transisi menuju arus balik.

Kondisi lalu lintas terpantau mulai melandai dan kembali normal di kedua arah, seiring dengan dihentikannya rekayasa lalu lintas one way yang sebelumnya diterapkan berdasarkan evaluasi situasi secara real-time di lapangan.

Namun demikian, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Polri mencatat sebanyak 251 kejadian kecelakaan dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta. Dari jumlah tersebut, 17 orang meninggal dunia, 28 orang mengalami luka berat, dan 48 orang luka ringan.

Dalam aspek penegakan hukum, petugas mencatat 11 pelanggaran lalu lintas, terdiri dari 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 non-ETLE. Selain itu, sebanyak 5 teguran simpatik juga diberikan kepada pengguna jalan.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama perjalanan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Data volume lalu lintas pada Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB menunjukkan pergerakan yang dinamis di empat gerbang tol utama Jakarta.

Tercatat sebanyak 168.159 kendaraan keluar Jakarta, meningkat 65,79% dibandingkan volume normal dan naik 2,06% dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.

Sementara itu, kendaraan yang masuk Jakarta mencapai 122.994 unit, turun 3,66% dari volume normal, namun meningkat 3,73% dibandingkan 2025. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret serta 28-29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow serta one way lokal dan nasional telah disiapkan. Sistem one way nasional direncanakan berlaku pada 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.

Selain itu, masyarakat juga disarankan memanfaatkan jalur alternatif, seperti ruas Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang akan digratiskan pada segmen tertentu selama Operasi Ketupat berlangsung.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur darat, tetapi juga pada moda transportasi lainnya. Tercatat 871 perjalanan kapal di 36 pelabuhan dengan 223.317 penumpang, 2.922 perjalanan kereta api dengan 1.521.787 penumpang, serta 1.565 penerbangan dengan total 179.549 penumpang.

Menutup keterangannya, Marupa Sagala mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, termasuk saat berwisata, khususnya di lokasi wisata air.

Polri memastikan akan terus bersiaga selama 24 jam guna menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat hingga Operasi Ketupat 2026 berakhir. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar