Senin, 06 April 2026

Hari ke-10 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Polri Catat 292 Kecelakaan Lalu Lintas

Agie HT Bukit SH - Selasa, 24 Maret 2026 03:00 WIB
Hari ke-10 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Polri Catat 292 Kecelakaan Lalu Lintas
Juru Bicara Satgas Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan perkembangan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di studio Posko Satgas Humas. (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada hari ke-10 berjalan aman dan kondusif.

Dilansir dari laman Humas Polri, dalam laporan terbaru, tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Data yang dihimpun selama periode Sabtu (21/3/2026) pukul 18.00 WIB hingga Minggu (22/3/2026) pukul 06.00 WIB menunjukkan masih adanya dinamika di sektor lalu lintas.

Tercatat sebanyak 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 60 orang mengalami luka berat, serta 489 orang luka ringan.

Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp206 juta. Sementara itu, arus mudik Lebaran masih berlangsung.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar dari wilayah Jakarta atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi kendaraan yang diperkirakan meninggalkan ibu kota.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk saat berkunjung ke destinasi wisata.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke lokasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta pengelola tempat wisata untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengunjung dengan memperhatikan kapasitas dan standar keamanan yang berlaku.

Polri juga mengingatkan masyarakat agar mengatur waktu perjalanan arus balik guna menghindari penumpukan kendaraan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 untuk mengoptimalkan perjalanan agar lebih efisien.

Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang.

Di akhir keterangannya, Marupa turut menyampaikan ucapan kepada masyarakat yang merayakan Idulfitri.

“Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idulfitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar