Kiwirok (buseronline.com) - Aktivitas pasar di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Rabu, berlangsung seperti biasa. Di tengah kesibukan warga berjual beli, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 tampak berkeliling menyapa para pedagang dan masyarakat.
Dilansir dari laman Humas Polri, kehadiran aparat tersebut tidak hanya untuk melakukan patroli, tetapi juga membangun kedekatan dengan warga melalui pendekatan humanis.
Kegiatan patroli dialogis yang dimulai sejak pukul 08.00 WIT itu dipimpin oleh Yason Suhartono, dengan menyisir area pasar yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, personel terlihat berbincang santai dengan pedagang, mendengarkan berbagai keluhan, serta menerima masukan terkait kondisi keamanan di lingkungan sekitar.
Suasana pun terasa hangat, di mana sejumlah warga tampak tersenyum dan menyapa lebih dulu saat aparat menghampiri. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menghadirkan rasa aman tanpa menciptakan jarak antara aparat dan masyarakat.
Terlebih, wilayah Kiwirok memiliki tantangan geografis serta dinamika keamanan yang membutuhkan kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua.
“Kami terus mendorong seluruh personel untuk aktif hadir di tengah masyarakat melalui patroli dialogis maupun sambang. Dengan kehadiran langsung tersebut, masyarakat dapat merasakan bahwa negara benar-benar hadir untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.
“Interaksi langsung seperti ini menjadi kunci untuk membangun kepercayaan. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, masyarakat akan lebih terbuka dalam menyampaikan informasi, sehingga potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini,” katanya.
Patroli yang berlangsung hingga siang hari tersebut berjalan aman dan lancar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas pengamanan, tetapi juga mencerminkan upaya membangun hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang. (R)
beritaTerkait
komentar