Sabtu, 18 Juli 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi Ingatkan ASN dan Penyelenggara Negara Tolak Gratifikasi Jelang Idulfitri

Selasa, 17 Maret 2026 01:18 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi Ingatkan ASN dan Penyelenggara Negara Tolak Gratifikasi Jelang Idulfitri
Ilustrasi pemberian bingkisan atau hadiah kepada aparatur sipil negara (ASN) yang berpotensi menjadi gratifikasi menjelang perayaan Idulfitri.
Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan seluruh Penyelenggara Negara (PN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menolak dan menghindari segala bentuk gratifikasi, khususnya yang berkaitan dengan jabatan dan kewenangan yang dimiliki.

KPK menegaskan bahwa permintaan dana, hadiah, maupun Tunjangan Hari Raya (THR) tidak hanya melanggar etika, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk tindak pidana korupsi.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya. Surat edaran itu diterbitkan sebagai langkah memperkuat integritas aparatur negara menjelang perayaan Idulfitri.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan tradisi saling memberi pada momentum hari raya tidak boleh dimanfaatkan sebagai sarana gratifikasi yang dapat memengaruhi independensi aparatur negara.

“Tradisi saling memberi di momentum hari raya tidak boleh dimanfaatkan sebagai gratifikasi, terlebih jika bertujuan memengaruhi independensi aparatur negara dalam bertugas dan menjalankan kewenangannya,” ujar Budi dilansir dari laman KPK.

KPK mencatat hingga saat ini terdapat 32 laporan gratifikasi terkait momentum hari raya dengan total nilai mencapai Rp13,6 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 laporan atau sekitar 43,75 persen masih dalam proses telaah dan validasi oleh KPK. Sementara itu, sebanyak 12 laporan lainnya atau sekitar 37,5 persen telah disalurkan sebagai bentuk bantuan sosial.

Budi menegaskan pentingnya dukungan semua pihak dalam mencegah praktik korupsi, khususnya dalam pengendalian gratifikasi terkait perayaan hari raya keagamaan maupun hari besar lainnya.

Ia juga mengingatkan agar Penyelenggara Negara dan ASN dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga integritas.

Permintaan dana atau hadiah, seperti THR atau sebutan lain, baik secara individu maupun institusi kepada masyarakat, perusahaan, maupun sesama PN berpotensi menimbulkan tindak pidana korupsi. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Rekonstruksi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias Ditargetkan Rampung Desember 2026
Pemprov Sumut Targetkan Tiga Daerah Bebas Pasung ODGJ
Wakil Wali Kota Medan Hadiri Perayaan Hari Nasional Prancis, Dorong Kerja Sama di Berbagai Sektor
Polri Limpahkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan Barang Bukti ke Kejaksaan Agung, Pengamanan Ketat Disiagakan
Pemkab Kendal Luncurkan Gerakan Aksi Bergizi Serentak untuk Tekan Stunting
Pemkab Ciamis Tinjau Pelaksanaan MASEKDAS di Cijeungjing, Pastikan MPLS Ramah Anak
komentar
beritaTerbaru