Selasa, 26 Mei 2026

Teknologi Modern Perkuat Pengamanan Arus Mudik pada Operasi Ketupat 2026

Senin, 16 Maret 2026 03:00 WIB
Teknologi Modern Perkuat Pengamanan Arus Mudik pada Operasi Ketupat 2026
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau peralatan teknologi pemantauan lalu lintas berupa drone di Command Center Mobile Operasi Ketupat 2026 di Rest Area KM 29 Tol Jakarta–Cikampek. (Dok/Humas Polri
Jakarta (buseronline.com) - Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tahun ini mendapat dukungan teknologi yang semakin modern guna memantau situasi arus mudik secara lebih akurat dan cepat.

Dilansir dari laman Humas Polri, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menilai kesiapan teknologi dalam pengamanan mudik tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan saat Wakapolri meninjau kesiapan Command Center Operasi Ketupat di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek.

Menurutnya, berbagai perangkat teknologi yang digunakan memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara real time sekaligus membantu proses pengambilan keputusan dalam pengaturan manajemen rekayasa lalu lintas.

Dalam Operasi Ketupat tahun ini, seluruh personel patroli lalu lintas yang bertugas di lapangan juga telah dilengkapi kamera yang terpasang pada tubuh petugas atau bodycam.

Perangkat tersebut digunakan untuk memantau situasi sekaligus memastikan setiap tindakan anggota di lapangan dapat diawasi dengan baik sehingga pelaksanaan tugas berjalan transparan dan akuntabel.

“Bodycam ini penting untuk melihat situasi sekaligus mengontrol tindakan-tindakan yang dilakukan anggota di lapangan,” ujar Dedi.

Selain penggunaan bodycam, pengamanan arus mudik juga didukung berbagai perangkat teknologi lain yang terintegrasi dengan Command Center. Salah satunya adalah Command Center Mobile yang dilengkapi dengan drone untuk memantau kondisi lalu lintas di lapangan.

“Kalau menurut saya tahun ini jauh lebih siap. Selain teknologi Command Center Mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kita juga menggunakan drone ETLE,” kata Dedi.

Drone tersebut digunakan untuk memantau titik-titik yang tidak dapat dijangkau oleh kamera pengawas atau CCTV. Dengan teknologi ini, petugas dapat memperoleh gambaran kondisi lalu lintas secara lebih menyeluruh sehingga proses analisis data dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

Selain itu, sistem pengawasan arus mudik juga didukung oleh analisis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini memungkinkan analisis data serta pemantauan situasi lalu lintas dilakukan secara realtime di sepanjang jalur mudik.

Pemantauan tersebut terintegrasi dengan berbagai command center yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra hingga Bali serta jalur utama mudik lainnya di seluruh Indonesia. Dengan sistem tersebut, perkembangan kondisi lalu lintas di lapangan dapat dipantau secara cepat dan terpusat.

Sistem pemantauan juga dilengkapi teknologi traffic counting yang berfungsi menghitung jumlah kendaraan yang melintas di ruas-ruas jalan utama.

Data tersebut menjadi indikator penting bagi petugas dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas seperti contraflow maupun sistem one way apabila terjadi lonjakan volume kendaraan.

Seluruh data tersebut ditampilkan secara terintegrasi pada layar monitor Command Center yang berada di Pos Terpadu Operasi Ketupat Rest Area KM 29.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas dalam melakukan analisis situasi serta menentukan kebijakan pengaturan lalu lintas selama masa mudik.

Salah satu sistem yang digunakan adalah Aplikasi K3I (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi), yaitu aplikasi berbasis peta digital yang memuat berbagai informasi penting terkait jalur mudik.

Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat memantau berbagai titik strategis seperti lokasi personel polisi lalu lintas yang sedang melaksanakan patroli, jaringan CCTV, hingga lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.

Selain itu, aplikasi tersebut juga menampilkan berbagai fasilitas pendukung perjalanan masyarakat seperti pintu tol, SPBU, lokasi wisata, tempat ibadah serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas seperti trouble spot dan blank spot.

Pemantauan lalu lintas juga didukung jaringan CCTV milik National Traffic Management Center serta CCTV dari operator jalan tol Jasa Marga yang tersebar di berbagai ruas jalan tol.

Di sisi lain, Polri juga mengoperasikan drone ETLE untuk melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas secara elektronik tanpa harus menghentikan kendaraan secara langsung di jalan.

Dengan dukungan berbagai teknologi tersebut, Polri berharap pengawasan arus mudik dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan transparan sehingga pelayanan kepada masyarakat selama perjalanan mudik dapat berjalan optimal.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
komentar
beritaTerbaru