Rabu, 10 Juni 2026

Pemerintah Klaim Harga Pangan Mulai Turun Jelang Ramadan, Satgas Diperintahkan Perketat Pengawasan

Kamis, 05 Maret 2026 01:18 WIB
Pemerintah Klaim Harga Pangan Mulai Turun Jelang Ramadan, Satgas Diperintahkan Perketat Pengawasan
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan menghadapi Idul Fitri 1447 H di Jakarta, Senin (2/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah memastikan langkah antisipasi lonjakan harga pangan telah dilakukan jauh sebelum masyarakat memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dilansir dari laman Humas Polri, penguatan pengawasan dinilai efektif menekan kenaikan harga yang sempat terjadi pada awal tahun.

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan tren harga pangan mulai menunjukkan penurunan setelah Satgas gabungan diturunkan untuk melakukan pengawasan intensif di lapangan.

“Januari harga sempat naik. Kemudian kita turunkan Satgas gabungan dan kemarin rata-rata tren harga bisa turun. Secara garis besar semuanya berwarna hijau, mulai turun,” ujar Listyo dalam Rapat Koordinasi Kesiapan menghadapi Idul Fitri 1447 H di Jakarta, Senin.

Menurutnya, potensi lonjakan harga pangan menjelang hari besar keagamaan memang menjadi fenomena tahunan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Karena itu, efek pencegahan (deterrence effect) harus dilakukan sedini mungkin melalui pengawasan ketat agar harga tidak melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri hingga awal Maret 2026, sebagian besar komoditas strategis mengalami penurunan dibanding Januari.

Penurunan tertinggi terjadi pada bawang putih sebesar 2,18 persen menjadi Rp37.684 per kilogram (kg), disusul bawang merah yang turun 1,68 persen menjadi Rp40.948 per kg. Keduanya tercatat masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Selain itu, minyak goreng turun 1,24 persen, daging sapi 1,02 persen, daging ayam 0,91 persen, telur ayam 0,79 persen, beras premium 0,86 persen, serta beras medium 0,02 persen.

Kapolri menginstruksikan agar Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan, baik di pusat maupun daerah, bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta pemerintah daerah untuk memastikan harga tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun HAP.

“Kalau bisa agar harga tidak melampaui HET, ini akan menjadi sangat baik dan menjadi preseden baik bagi pemerintah,” tegasnya.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy menyampaikan bahwa hingga akhir Februari 2026, Satgas telah melakukan pengawasan di 28.270 titik di seluruh Indonesia. Pengawasan tersebut mencakup 18.864 pedagang, 4.413 ritel, 2.804 grosir, 1.564 distributor, 405 produsen, dan 220 agen.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyasar pedagang eceran, tetapi juga hingga tingkat produsen dan distributor agar stabilitas harga terjaga dari hulu ke hilir.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penindakan tegas akan diberikan kepada pelaku usaha yang menjual di atas HET.

Ia menyebut arahan tersebut merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto agar harga pangan tetap stabil selama Ramadan. “Kalau ada yang menjual di atas HET, cari produsennya dan bila perlu beri sanksi berat, cabut izinnya,” tegas Amran.

Sebagai hasil pengawasan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan telah mengeluarkan 350 surat teguran, melakukan koordinasi pengisian stok kosong di 898 titik, pengambilan uji laboratorium di 35 titik, merekomendasikan satu pencabutan izin usaha dan tiga pencabutan izin edar, serta melakukan penegakan hukum pada empat perkara.

Pemerintah berharap pengawasan berkelanjutan dan sinergi lintas lembaga dapat menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru