Rabu, 08 April 2026

Polri Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lonjakan 3,5 Juta Kendaraan saat Mudik Lebaran 2026

Rabu, 04 Maret 2026 01:24 WIB
Polri Siapkan Strategi Khusus Hadapi Lonjakan 3,5 Juta Kendaraan saat Mudik Lebaran 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memaparkan strategi pengamanan arus mudik Lebaran 2026 dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Auditorium PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Polri menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diproyeksikan mencapai sekitar 3,5 juta kendaraan keluar dari Jakarta.

Dilansir dari laman Humas Polri, langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Strategi tersebut dipaparkan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Pelayanan Hari Raya Idulfitri 1447 H di Auditorium PTIK, Senin.

Dalam keterangannya, Irjen Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga mencakup penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

“Operasi Ketupat bukan hanya operasi lalu lintas. Negara hadir memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman sekaligus menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap kondusif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, indikator keberhasilan operasi bukan hanya kelancaran arus kendaraan, melainkan juga stabilitas keamanan dan penurunan angka kecelakaan. Pada pelaksanaan sebelumnya, fatalitas korban kecelakaan tercatat turun hingga 53 persen dan angka kecelakaan menurun sebesar 31 persen.

Untuk mengelola arus mudik, Korlantas membagi penanganan ke dalam lima klaster utama, yakni jalan tol dan rest area, prediksi bangkitan arus kendaraan, jalur tol fungsional, jalur Trans Jawa dan alternatif, serta jalur Trans Sumatera.

Seluruh rekayasa lalu lintas akan dilakukan berbasis data dan pemantauan teknologi secara real time. “Kita tidak bekerja berdasarkan insting. Setiap keputusan rekayasa lalu lintas menggunakan parameter data sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” tegasnya.

Sejumlah skema rekayasa lalu lintas telah disiapkan, mulai dari contraflow, one way, hingga delay system guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, termasuk di kawasan penyeberangan Merak-Bakauheni.

Selain itu, disiapkan pula buffer zone dan skenario darurat untuk menghadapi potensi gangguan operasional. Pengamanan juga difokuskan pada jalur arteri nasional, tempat ibadah, serta destinasi wisata guna menjaga stabilitas kamtibmas selama libur Idul Fitri.

Sebagai langkah pencegahan kecelakaan, Korlantas bersama kementerian terkait akan menyiapkan check point pemeriksaan kendaraan yang meliputi kelayakan armada, kesehatan pengemudi, hingga tes narkoba bagi sopir angkutan umum sebelum memasuki jalur utama mudik.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus turut memperkenalkan tagline Operasi Ketupat 2026, “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, sebagai komitmen pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Yang kita amankan bukan sekadar arus kendaraan, tetapi perjalanan keluarga Indonesia. Kita hadir lebih awal dan pulang paling akhir,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045
Peran Desa Diperkuat, Pemerintah Genjot Eliminasi TB
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren
Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu
Bupati Ciamis Ajak Guru Perketat Pengawasan Gawai Pelajar
komentar
beritaTerbaru