Minggu, 04 Oktober 2026

Polri Tegaskan Operasi Ketupat 2026 Tak Hanya Amankan Arus Mudik, Tapi Juga Momen Spiritual Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 01:24 WIB
Polri Tegaskan Operasi Ketupat 2026 Tak Hanya Amankan Arus Mudik, Tapi Juga Momen Spiritual Ramadan
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memberikan keterangan kepada awak media usai kegiatan pembagian takjil di lingkungan Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran, tetapi juga mencakup pengamanan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Hal itu disampaikan Irjen Pol Agus saat membagikan takjil di lingkungan Mabes Polri, Rabu. Ia menyebut, Operasi Ketupat merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjaga keamanan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat pada bulan suci.

“Operasi Ketupat 2026 bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya berkaitan dengan mudik dan balik, tetapi Polri hadir untuk menjaga momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri agar tetap aman,” ujarnya, dilansir dari laman Humas Polri.

Operasi Ketupat 2026 mengusung tema “Mudik Aman, Masyarakat Bahagia.” Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari kesiapan jalan tol, jalur arteri, pelabuhan penyeberangan, hingga pengamanan tempat ibadah dan lokasi wisata.

Polri juga memprediksi adanya lonjakan kendaraan yang signifikan selama periode mudik. Diperkirakan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan melintasi jalan tol, khususnya menuju jalur Trans Jawa dan Sumatera.

Untuk itu, diperlukan tata kelola arus lalu lintas yang optimal melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Khusus jalan tol memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Ini harus kita kelola dengan baik. Polri bersama stakeholder berkolaborasi untuk mengurai kepadatan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Korps Lalu Lintas telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, seperti alih arus, contraflow, sistem satu arah (one way), hingga fungsionalisasi ruas tol tertentu. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti work from anywhere (WFA) dan pembatasan kendaraan sumbu tiga juga menjadi bagian dari strategi pengaturan lalu lintas.

Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 26 Maret 2026. Irjen Pol Agus memastikan seluruh jajaran telah melakukan survei dan pengecekan langsung di lapangan, termasuk di ruas Trans Sumatera yang saat ini masih dalam tahap perbaikan akibat faktor cuaca.

Ia menargetkan, pada H-7 sebelum Lebaran seluruh perbaikan jalan sudah rampung dan siap digunakan pemudik. “Kata kunci Operasi Ketupat adalah kolaborasi. Kami terus berkoordinasi agar seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal dan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru