Rabu, 10 Juni 2026

Korlantas Polri Klaim Operasi Keselamatan 2026 Turunkan Fatalitas hingga 51 Persen

Rabu, 18 Februari 2026 03:00 WIB
Korlantas Polri Klaim Operasi Keselamatan 2026 Turunkan Fatalitas hingga 51 Persen
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan keterangan terkait hasil Operasi Keselamatan 2026 di Jakarta, Senin (16/2/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Korlantas Polri mencatat hasil positif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Dilansir dari laman Humas Polri, operasi tersebut dinilai berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menurunkan jumlah korban meninggal dunia secara signifikan di seluruh Indonesia.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun sebesar 51,06 persen dibandingkan periode sebelum operasi.

“Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berhasil berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di lapangan. Parameter paling membahagiakan adalah jumlah korban meninggal dunia turun drastis sebesar 51,06 persen dibandingkan periode sebelum operasi,” ujar Agus di Jakarta, Senin.

Selain penurunan fatalitas, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga turun sebesar 34,96 persen atau berkurang sebanyak 2.098 kasus. Penurunan turut terjadi pada korban luka berat sebesar 23,04 persen dan luka ringan sebesar 33,17 persen.

Menurut Agus, capaian tersebut tidak terlepas dari masifnya kegiatan preemtif dan preventif melalui program “Polantas Menyapa dan Melayani”.

Selama operasi berlangsung, tercatat lebih dari 14,8 juta kegiatan edukasi dilakukan oleh personel di lapangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Ia menegaskan, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan pengguna jalan. Edukasi dilakukan tanpa pendekatan represif, sehingga masyarakat tertib berlalu lintas karena kesadaran akan pentingnya keselamatan.

“Semangat melayani yang humanis telah menjadi urat nadi anggota di lapangan. Kita mengedepankan edukasi tanpa jarak kekuasaan. Masyarakat tertib bukan karena takut, tapi karena sadar akan keselamatan,” tambahnya.

Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Korlantas juga memperkuat pengawasan terhadap kelaikan angkutan umum. Dari hasil pemeriksaan di seluruh Polda, sebanyak 3.618 kendaraan telah dicek dan 93 persen di antaranya dinyatakan laik jalan.

Namun, sebanyak 248 kendaraan atau sekitar 7 persen dinyatakan tidak laik jalan. Pelanggaran yang ditemukan didominasi ketiadaan alat pemadam api ringan (APAR), tidak tersedianya pemecah kaca, hingga penggunaan ban gundul.

Agus menyebutkan, jumlah pemudik tahun ini diprediksi mencapai 143,91 juta orang. Karena itu, memastikan kendaraan angkutan umum dalam kondisi laik jalan menjadi prioritas demi melindungi keselamatan masyarakat.

Di sisi lain, penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan ETLE Drone Patrol Presisi mengalami peningkatan sebesar 25,96 persen.

Penggunaan teknologi tersebut dinilai mampu menghadirkan penindakan yang objektif dan transparan sekaligus mendukung pendekatan humanis.

Keberhasilan Operasi Keselamatan 2026, kata Agus, menjadi fondasi penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman menjelang Operasi Ketupat 2026.

Korlantas memastikan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. “Kami ingin masyarakat merasakan Polantas sebagai sahabat dalam setiap perjalanan,” tutupnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru