Rabu, 10 Juni 2026

Relokasi Korban Tanah Gerak di Jawa Tengah Dipercepat, 900 Rumah Masuk Daftar

Jumat, 13 Februari 2026 01:12 WIB
Relokasi Korban Tanah Gerak di Jawa Tengah Dipercepat, 900 Rumah Masuk Daftar
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdialog dengan jajaran terkait percepatan relokasi korban tanah gerak di Kota Semarang, Rabu (11/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mempercepat relokasi warga terdampak bencana tanah gerak yang merusak ratusan rumah di sejumlah daerah.

Dilansir dari laman Jatengprov, hingga kini tercatat sekitar 900 rumah masuk dalam daftar relokasi, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tegal, disusul Purbalingga, Pemalang, dan Batang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan percepatan dilakukan karena wilayah tempat tinggal warga sudah tidak aman, sementara curah hujan masih tinggi sehingga berpotensi memicu bencana lanjutan.

Pemerintah menargetkan warga segera berpindah dari pengungsian ke hunian sementara. “Kami sudah instruksikan ke bupati. Lahan sudah didapat di wilayah Perhutani dan sudah dicek aman,” ujar Luthfi di Kota Semarang, Rabu.

Selain faktor keamanan, pemerintah juga mempertimbangkan akses pendidikan bagi anak-anak serta keberlanjutan mata pencaharian warga di lokasi relokasi.

Luthfi merinci, sebanyak 800 rumah akan direlokasi dari Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kemudian 50 rumah di Purbalingga, 30 rumah di Pemalang, dan 20 rumah di Batang.

Setelah lokasi ditetapkan, pemerintah akan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar bersedia pindah ke hunian sementara. Pasalnya, sebagian warga masih enggan meninggalkan tempat tinggal karena alasan pekerjaan dan harta benda.

Untuk mendukung proses tersebut, Pemprov Jateng menggandeng TNI dan Polri guna membantu sosialisasi, sementara pemerintah kabupaten diminta terus melakukan pendekatan kepada warga.

Di sisi lain, Dinas Sosial diminta mendata secara lengkap seluruh korban terdampak, mulai dari identitas, pekerjaan, hingga kepemilikan harta benda, agar proses relokasi berjalan tertib dan tidak ada warga yang terlewat.

Saat ini, warga terdampak di Kabupaten Tegal masih berada di pengungsian. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, termasuk melalui dapur umum dan posko kesehatan, serta menjamin akses pendidikan bagi anak-anak.

“Ada dapur umum dan posko kesehatan. Kebutuhan dipastikan tercukupi. Jika ada kekurangan, segera laporkan karena pangan dan kesehatan warga adalah prioritas utama,” tegas Luthfi.

Gubernur juga meminta bupati dan wali kota segera menetapkan status tanggap bencana lokal apabila terjadi bencana berbahaya, meski skalanya terbatas, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Ia turut mengimbau masyarakat Jawa Tengah untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi menimbulkan longsor, banjir, rob, maupun tanah gerak. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru