Senin, 25 Mei 2026

Gubernur Jateng Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Purbalingga, Salurkan Bantuan

Minggu, 01 Februari 2026 01:18 WIB
Gubernur Jateng Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Purbalingga, Salurkan Bantuan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdialog dengan warga terdampak saat meninjau lokasi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). (Dok/Jatengprov)
Purbalingga (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Purbalingga, Jumat. Kunjungan tersebut sekaligus untuk memastikan percepatan penanganan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi, Kamis (23/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB itu berdampak pada empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, serta Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja.

Dilansir dari laman Jatengprov, dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi mengawali peninjauan di Posko Balai Desa Serang dan memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan bencana bersama seluruh pemangku kepentingan.

Selanjutnya, ia meninjau lokasi pengungsian di Villa Serang dan berdialog dengan warga terdampak, termasuk menyapa dan menghibur anak-anak pengungsi.

Gubernur juga meninjau langsung titik-titik terdampak banjir dan longsor di Dusun Gunungmalang dan Dusun Kaliurip, serta mengecek dapur umum yang didirikan oleh Brimob. Pada kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis dengan total nilai hampir Rp700 juta.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan permakanan, pakaian, mainan anak-anak, bantuan perumahan, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.

“Sejak ditetapkan status tanggap darurat, OPD terkait di Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan penanganan. Hari ini kami ingin memastikan semua kebutuhan masyarakat terpenuhi secara paripurna,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan, ratusan rumah terdampak akan direlokasi. Pemerintah Kabupaten Purbalingga saat ini tengah menyiapkan lokasi hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang pembangunannya akan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kementerian terkait.

“Penanganan bencana tidak hanya soal bantuan dapur umum, tapi bagaimana masyarakat bisa bangkit kembali ke depan,” katanya.

Terkait jembatan yang putus akibat banjir dan longsor, Ahmad Luthfi menyatakan telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengerahan jembatan sementara serta menyiapkan program perbaikan dan pembangunan jembatan permanen.

“Kami prioritaskan jembatan yang menghubungkan wilayah ekonomi dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah diberikan sejak hari pertama bencana terjadi.

Seluruh OPD Pemprov Jateng telah diinstruksikan untuk membantu penanganan secara cepat bersama stakeholder terkait.

“Gubernur Ahmad Luthfi terus memantau perkembangan dan memberikan bantuan kepada pengungsi. Banyak dukungan dari Pemprov Jateng untuk perbaikan infrastruktur,” kata Fahmi.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat tiga kebutuhan mendesak, yakni penyediaan huntara dan huntap, perbaikan jembatan yang terputus, serta pemulihan saluran air bersih.

“Lokasi huntara dan huntap sedang kami koordinasikan dengan kepala desa, sekaligus menghitung kebutuhan yang diperlukan,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
komentar
beritaTerbaru