Selasa, 26 Mei 2026

Kakorlantas Polri Tekankan Kolaborasi Stakeholder dalam Operasi Ketupat Idulfitri 2026

Kamis, 29 Januari 2026 01:18 WIB
Kakorlantas Polri Tekankan Kolaborasi Stakeholder dalam Operasi Ketupat Idulfitri 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho saat menjadi narasumber dan menyampaikan paparan terkait kesiapan Operasi Ketupat Idulfitri 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan Operasi Ketupat 2026 guna pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri. Penegasan tersebut disampaikannya, Selasa.

Menurut Agus, evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat tahun sebelumnya menjadi dasar utama dalam menyusun strategi pengamanan tahun ini, mengingat adanya lonjakan arus lalu lintas yang cukup tinggi. Ia menyebutkan sejumlah titik krusial yang menjadi fokus pengamanan.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi dan sinergitas stakeholder untuk merencanakan pengamanan secara komprehensif. Berdasarkan evaluasi tahun lalu, terdapat beberapa kriteria yang harus diamankan, seperti jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, bandara, stasiun dan terminal, serta tempat ibadah dan tempat wisata,” ujarnya dilansir dari laman Humas Polri.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi nasional sebagai dasar penentuan strategi Operasi Ketupat yang akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Evaluasi menjadi langkah strategis yang akan kita bahas dalam rapat koordinasi, karena Operasi Ketupat ini dipimpin langsung oleh Bapak Kapolri,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

“Operasi ini memang di bidang lalu lintas, namun juga untuk menjaga momentum spiritual masyarakat selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap lokasi memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga memerlukan skenario pengamanan yang disesuaikan berdasarkan potensi bangkitan arus dan volume lalu lintas.

“Manajemen pengamanan di penyeberangan, terminal, bandara, tol, dan arteri tentu berbeda, tergantung bangkitan arus dan jumlah lalu lintas. Dari situ baru kita tentukan langkah darurat yang diperlukan,” jelasnya.

Agus menegaskan, Operasi Ketupat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

“Operasi Ketupat ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman, lalu lintas lancar, dan masyarakat dapat mudik dengan aman serta selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
komentar
beritaTerbaru