Rabu, 10 Juni 2026

Kakorlantas Polri Tegaskan Pentingnya Sinergi Stakeholder dalam Operasi Ketupat Idulfitri

Kamis, 29 Januari 2026 01:12 WIB
Kakorlantas Polri Tegaskan Pentingnya Sinergi Stakeholder dalam Operasi Ketupat Idulfitri
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho bersama para pemangku kepentingan saat menjadi narasumber dalam program Mudik Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam perencanaan Operasi Ketupat 2026 pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri. Hal tersebut disampaikannya, Selasa.

Menurut Kakorlantas, pengamanan mudik Lebaran harus direncanakan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait, mengingat potensi lonjakan arus lalu lintas yang tinggi seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi dan sinergitas stakeholder untuk bisa merencanakan pengamanan ini secara komprehensif. Mengacu pada evaluasi tahun lalu, terdapat lonjakan arus yang cukup tinggi. Ada beberapa kriteria yang harus diamankan, yaitu jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, bandara, stasiun dan terminal, tempat ibadah, serta tempat wisata,” ujarnya, dilansir dari laman Humas Polri.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi Operasi Ketupat tahun sebelumnya menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengamanan tahun ini. Operasi tersebut nantinya akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Evaluasi menjadi langkah-langkah strategis yang akan dibahas dalam rapat koordinasi, karena Operasi Ketupat ini langsung dipimpin oleh Bapak Kapolri,” katanya.

Lebih lanjut, Kakorlantas menekankan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas, tetapi juga menjaga kelancaran dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Operasi ini bergerak di bidang lalu lintas, namun juga menjaga momentum spiritual masyarakat dalam mengamankan Idulfitri dan Lebaran, termasuk selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap lokasi memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga diperlukan manajemen pengamanan yang disesuaikan, baik di penyeberangan, terminal, bandara, jalan tol, maupun jalan arteri.

“Skenario pengamanan di penyeberangan, terminal, bandara, tol, dan arteri tentu berbeda, tergantung bangkitan arus dan jumlah total lalu lintas. Dari situ baru disiapkan langkah-langkah penanganan darurat,” jelasnya.

Menurutnya, Operasi Ketupat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Operasi Ketupat ini adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan rangkaian kegiatan bulan suci Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman dari kriminalitas, lalu lintas lancar, sehingga masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru