Rabu, 10 Juni 2026

Korlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan 2026 Jelang Mudik Lebaran

Selasa, 27 Januari 2026 01:00 WIB
Korlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan 2026 Jelang Mudik Lebaran
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan arahan terkait pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 jelang mudik Lebaran, di Jakarta, Senin (26/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Keselamatan 2026 sebagai upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat atau arus mudik Lebaran 2026. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan dan dimulai pada awal Februari 2026.


Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, Operasi Keselamatan difokuskan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pengguna jalan.


“Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua,” ujar Irjen Agus dalam keterangan resminya, Senin.


Selain aspek keselamatan, Korlantas Polri juga menaruh perhatian terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya sebagai bagian dari cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat 2026. Salah satu sasaran utama penindakan adalah praktik balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.


“Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point,” jelasnya, dilansir dari laman Humas Polri.


Pemeriksaan di titik check point tersebut meliputi pengecekan kelaikan kendaraan atau ram check, serta memastikan kondisi fisik dan kesiapan pengemudi sebelum memasuki periode puncak arus mudik.


Irjen Agus menambahkan, seluruh rangkaian pengamanan didukung dengan penerapan sistem penegakan hukum berbasis teknologi digital. Korlantas Polri mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta ETLE Drone Patrol Presisi guna memastikan proses penindakan berjalan transparan dan profesional.


“Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data sehingga objektif, akuntabel, dan minim interaksi. Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif. Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern,” ungkap jenderal bintang dua tersebut.


Ia menegaskan bahwa penerapan ETLE tidak semata-mata bertujuan untuk penindakan pelanggaran, tetapi juga sebagai sarana edukasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan masyarakat.


Mengusung semboyan ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama’, Irjen Agus mengingatkan seluruh jajaran kepolisian lalu lintas agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan.


Menurutnya, kehadiran Polantas harus dirasakan sebagai bentuk perlindungan dan pengayoman bagi masyarakat. “Langkah ini merupakan komitmen Korlantas Polri untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pendekatan yang tegas namun humanis,” pungkasnya. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru