Senin, 06 April 2026

Korlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan 2026 Jelang Mudik Lebaran

Agie HT Bukit SH - Selasa, 27 Januari 2026 01:00 WIB
Korlantas Polri Gelar Operasi Keselamatan 2026 Jelang Mudik Lebaran
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan arahan terkait pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 jelang mudik Lebaran, di Jakarta, Senin (26/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Keselamatan 2026 sebagai upaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat atau arus mudik Lebaran 2026. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan dan dimulai pada awal Februari 2026.


Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, Operasi Keselamatan difokuskan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pengguna jalan.


“Operasi Keselamatan 2026 menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Fokus perhatian kita arahkan kepada pengguna jalan yang paling rentan, khususnya pejalan kaki dan pengendara roda dua,” ujar Irjen Agus dalam keterangan resminya, Senin.


Selain aspek keselamatan, Korlantas Polri juga menaruh perhatian terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalan raya sebagai bagian dari cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat 2026. Salah satu sasaran utama penindakan adalah praktik balap liar yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.


“Operasi ini menitikberatkan pada penertiban balap liar yang membahayakan keselamatan umum. Selain itu, kami juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan angkutan bus dan travel melalui titik-titik check point,” jelasnya, dilansir dari laman Humas Polri.


Pemeriksaan di titik check point tersebut meliputi pengecekan kelaikan kendaraan atau ram check, serta memastikan kondisi fisik dan kesiapan pengemudi sebelum memasuki periode puncak arus mudik.


Irjen Agus menambahkan, seluruh rangkaian pengamanan didukung dengan penerapan sistem penegakan hukum berbasis teknologi digital. Korlantas Polri mengoptimalkan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta ETLE Drone Patrol Presisi guna memastikan proses penindakan berjalan transparan dan profesional.


“Penindakan dilakukan berbasis teknologi dan data sehingga objektif, akuntabel, dan minim interaksi. Dengan dukungan ETLE Drone, pengawasan kita kini semakin presisi, luas, dan responsif. Ini adalah wujud transformasi Polri menuju pelayanan yang modern,” ungkap jenderal bintang dua tersebut.


Ia menegaskan bahwa penerapan ETLE tidak semata-mata bertujuan untuk penindakan pelanggaran, tetapi juga sebagai sarana edukasi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan masyarakat.


Mengusung semboyan ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama’, Irjen Agus mengingatkan seluruh jajaran kepolisian lalu lintas agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan.


Menurutnya, kehadiran Polantas harus dirasakan sebagai bentuk perlindungan dan pengayoman bagi masyarakat. “Langkah ini merupakan komitmen Korlantas Polri untuk menghadirkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan melalui pendekatan yang tegas namun humanis,” pungkasnya. (R)

Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kedatangan KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia
komentar
beritaTerbaru