Selasa, 26 Mei 2026

Kakorlantas Polri Dorong Operasi Lalu Lintas Berbasis Teknologi Digital

Sabtu, 10 Januari 2026 01:18 WIB
Kakorlantas Polri Dorong Operasi Lalu Lintas Berbasis Teknologi Digital
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum memberikan arahan kepada jajaran saat memimpin rapat terkait penguatan operasi lalu lintas berbasis teknologi digital di lingkungan Korlantas Polri, Jakarta. (Dok/Humas P
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasi lalu lintas harus dikemas dan dikendalikan dengan dukungan infrastruktur teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi tolok ukur profesionalisme serta transparansi kinerja Polantas di lapangan.

“Saya minta itu sehingga kita bisa menjual bahwa kegiatan operasi ini dikendalikan infrastruktur teknologi digital,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, dilansir dari laman Humas Polri.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan publik dapat diukur melalui lompatan transformasi digital yang signifikan. Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mampu meminimalisasi praktik transaksional dalam pelayanan kepolisian.

“Salah satu indikator pelayanan publik ini berhasil dan tidak ada transaksional adalah lompatan transformasi digital. Digital itu adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Kakorlantas Polri menginstruksikan seluruh pejabat utama di lingkungan Korlantas Polri untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan transformasi digital.

Ia menekankan bahwa lompatan digital merupakan indikator utama keberhasilan perubahan pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.

“Saya minta masing-masing para pejabat utama agar betul-betul melakukan evaluasi-evaluasi. Lompatan digital inilah bagian daripada indikator keberhasilan kita dan perubahan pelayanan publik,” tambahnya.

Dalam rangka mendukung transformasi digital tersebut, Korlantas Polri terus memaksimalkan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Saat ini, sekitar 95 persen penindakan pelanggaran lalu lintas telah dilakukan melalui ETLE, sementara tilang manual hanya digunakan sekitar 5 persen.

“Niat kita 95 persen kita perankan ETLE dan 5 persen kita gunakan tilang. Itu kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Selain penegakan hukum berbasis teknologi, Kakorlantas Polri juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian lalu lintas.

Polantas diharapkan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan menjadi sahabat pengguna jalan demi mewujudkan keselamatan bersama.

“Lebih baik kita dekat dengan masyarakat, lebih baik kita merangkul masyarakat, dan lebih baik kita diterima di tengah-tengah masyarakat. Jadikan semua menjadi sahabat kita agar mereka selamat di jalan. Ini yang paling terpenting,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Irjen Pol Agus juga meminta agar manajemen dan rekayasa lalu lintas direncanakan secara matang.

Selain prediksi, pemanfaatan parameter kendaraan dan kondisi jalan dinilai penting untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas secara optimal.

“Saya minta manajemen dan rekayasa lalu lintas direncanakan sebaik-baiknya. Di samping prediksi, gunakan parameter kendaraan dan jalan untuk mengatur flow lalu lintas,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
komentar
beritaTerbaru