Selasa, 05 Mei 2026

Kakorlantas Targetkan 1.000 Kamera ETLE di Polda Metro Jaya pada 2026

Selasa, 09 Desember 2025 01:00 WIB
Kakorlantas Targetkan 1.000 Kamera ETLE di Polda Metro Jaya pada 2026
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum menyampaikan keterangan kepada awak media usai menerima paparan program Mandala Quick Response Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum memaparkan sejumlah capaian dan rencana strategis terkait modernisasi sistem penegakan hukum lalu lintas di wilayah Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikannya saat menerima paparan program Mandala Quick Response dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Senin.

Agus mengapresiasi kemampuan sistem Mandala Quick Response yang memanfaatkan hampir 4.500 kamera CCTV untuk pemantauan situasi lalu lintas secara real-time. Ia menyebut program tersebut sudah sangat komprehensif dan mendukung transformasi digital di bidang penegakan hukum.

“Hari ini saya mendapat pemaparan yang cukup komprehensif. Hampir 4.500 CCTV yang tergelar di wilayah Polda Metro Jaya dapat memantau kendaraan secara update,” ujarnya, dilansir dari laman Humas Polri.

Dalam upaya memperkuat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Agus menyoroti bahwa saat ini Polda Metro Jaya baru memiliki 127 kamera ETLE statis. Ia menargetkan jumlah tersebut meningkat hampir delapan kali lipat pada tahun 2026.

“Saya punya program revitalisasi ETLE. Polda Metro saat ini hanya memiliki 127 ETLE statis. Saya minta pada 2026 sudah ada 1.000 ETLE,” tegasnya.

Selain perluasan perangkat baru, Korlantas juga akan melakukan verifikasi terhadap ribuan CCTV yang sudah ada untuk menentukan perangkat mana yang bisa diintegrasikan ke dalam sistem ETLE.

“CCTV yang 4.500 sekian itu nanti akan kita verifikasi. Setelah itu kita tentukan CCTV tersebut dapat terintegrasi dengan ETLE,” jelas Agus.

Agus juga mengungkapkan lonjakan signifikan pada data penindakan setelah penguatan sistem ETLE. Jumlah pelanggaran yang terekam meningkat dari 1,7 juta menjadi lebih dari 10,3 juta, atau naik 505%.

Sementara data tervalidasi naik 602%, dari sekitar 582 ribu menjadi lebih dari 4 juta. Peningkatan terbesar terjadi pada kategori data terkonfirmasi yang melonjak 988%, dari 70.123 menjadi 762.603.

Bahkan penerbitan dan pembayaran tilang melalui BRIVA turut naik 2.279%, dari 22.480 menjadi 534.805. “Ini baru dengan 127 kamera. Bayangkan nanti jika jumlahnya mencapai 1.000,” kata Agus.

Agus menegaskan bahwa ETLE merupakan sistem penegakan hukum berbasis teknologi yang mengedepankan objektivitas, transparansi, dan keadilan, karena perangkat hanya menangani pelanggaran yang terekam tanpa memandang latar belakang pelanggar.

“ETLE ini tidak melihat siapa pun pelanggarnya, tidak melihat jabatannya, tidak melihat instansinya. Semua ter-capture, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenkes dan UNICEF Teken ProDoc 2026-2030 untuk Perkuat Sistem Kesehatan Nasional
PWI Sumut Ajak Mitra dan Pengurus Tingkatkan Partisipasi Kurban 2026
Pemerintah Dorong Kemandirian Farmasi, MPI Bangun Fasilitas Produksi Rp404 Miliar di Cakung
Pemkab Tapanuli Utara Peringati Hardiknas 2026, 44 Siswa Berprestasi Terima Reward
Prabowo Bahas Pengawasan Transaksi Keuangan Bersama PPATK di Hambalang
PWI Bona Pasogit Gelar Diklat AI dan Eksplorasi Wisata Sibandang
komentar
beritaTerbaru