Rabu, 08 April 2026

Densus 88 dan Disdik DKI Latih 400 Guru BK Perkuat Pencegahan Radikalisme di Sekolah

Kamis, 27 November 2025 00:50 WIB
Densus 88 dan Disdik DKI Latih 400 Guru BK Perkuat Pencegahan Radikalisme di Sekolah
Ratusan Guru Bimbingan Konseling (BK) dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta mengikuti kegiatan penguatan kapasitas pencegahan radikalisme yang digelar Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan Dinas Pendid
Jakarta (buseronline.com) - Sinergi antara aparat keamanan dan dunia pendidikan kembali diperkuat melalui kegiatan penguatan kapasitas bagi 400 Guru Bimbingan Konseling (BK) dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta.

Dilansir dari laman Humas Polri, pogram ini digelar Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri bersama Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Selasa.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan aman, bebas dari kekerasan, perundungan, serta paparan paham radikal.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr Nahdiana SPd MPd menegaskan bahwa sekolah harus menjadi benteng nilai moral dan kebangsaan.

“Sekolah perlu menjadi benteng nilai kebangsaan dengan memastikan seluruh warganya guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik berperan aktif menjaga lingkungan belajar dari pengaruh intoleransi, kekerasan, serta konten negatif digital,” ujarnya.

Densus 88 AT Polri yang diwakili Kasubdit Kontra Ideologi, Kombes Pol Moh Dofir SAg MH menekankan pentingnya penanganan serius terhadap perundungan di sekolah. Ia menyebut bullying dapat menjadi celah masuknya paham ekstrem.

“Bullying, trauma, dan kerentanan ekstremisme harus ditangani sejak dini,” tegasnya.

Aspek psikologis siswa juga menjadi perhatian penting. Psikolog Dr Naomi Soetikno SPsi MPd menuturkan bahwa guru BK memegang peran strategis dalam mendeteksi dini kondisi psikologis siswa.

“Memahami dinamika psikologis anak adalah fondasi penting agar guru BK dapat menjadi early detector terhadap potensi kerentanan,” jelasnya.

Dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prima Dea Pangestu MPd menegaskan bahwa guru BK merupakan garda terdepan dalam perlindungan anak, pencegahan eksploitasi, dan penguatan moderasi beragama di sekolah.

Sementara itu, akademisi dan peneliti jaringan terorisme, Solahudin mengingatkan bahwa era digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan, termasuk penyebaran konten ekstremisme di ruang maya.

Melalui program ini, para pemangku kepentingan berharap kapasitas guru BK dalam mendeteksi dini dan mencegah kekerasan serta radikalisme semakin meningkat. Sekolah diharapkan mampu menjadi ruang aman, ramah anak, dan bebas dari ancaman ekstremisme. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren
Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu
Bupati Ciamis Ajak Guru Perketat Pengawasan Gawai Pelajar
Siswa PAUD dan TK di Medan Antusias Kunjungi KRI Bima Suci di Belawan
Siswa SRMP 2 Medan Kunjungi KRI Bima Suci, Tingkatkan Wawasan Kemaritiman
komentar
beritaTerbaru