Rabu, 10 Juni 2026

Densus 88 Perkuat Sinergi Nasional untuk Lindungi Anak dari Paparan Radikalisme

Jumat, 21 November 2025 01:00 WIB
Densus 88 Perkuat Sinergi Nasional untuk Lindungi Anak dari Paparan Radikalisme
Para peserta dari berbagai Kementerian/Lembaga dan perwakilan pemerintah daerah mengikuti kegiatan Koordinasi dan Penguatan Kapasitas: Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme yang digelar di Bogor, Senin (18/11/2025).
Bogor (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri menjadi narasumber utama dalam kegiatan Koordinasi dan Penguatan Kapasitas: Perlindungan Anak dari Jaringan Terorisme yang digelar di Bogor, Senin.

Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan strategis ini diikuti 70 peserta dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) serta perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

Acara ini fokus meningkatkan koordinasi sekaligus kemampuan pemerintah daerah dan K/L dalam mencegah serta menangani anak-anak yang teridentifikasi terpapar paham radikal dan jaringan terorisme.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya nasional menjaga masa depan generasi muda dari ancaman ideologi kekerasan.

Kasubdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri Kombes Pol Moh Dofir SAg SH MH menegaskan pentingnya harmonisasi sistem layanan dan pelaporan.

“Kegiatan ini merupakan upaya penguatan kapasitas dan harmonisasi dalam pengelolaan pelayanan dan pelaporan terintegrasi melalui platform nasional seperti SIHA, SITB, dan SISMAL, serta sistem internal Pusdokkes Polri, SILANIS. Ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini diharapkan dapat diteruskan kepada rekan-rekan di FKTP jajaran,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Densus 88 mengungkap kondisi terkini terkait keterpaparan anak terhadap konten radikal di media sosial. Dijelaskan pula bagaimana pola penyebaran ajakan dari kelompok radikal semakin menyasar anak-anak melalui platform digital.

Kombes Moh Dofir menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menangani kasus keterpaparan anak.

“Kami mendorong kerja sama erat dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas PPPA, UPTD PPA, dan layanan terkait, agar penanganan anak terpapar dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta diajak memperkuat edukasi bagi anak di lingkungan keluarga dan sekolah, terutama terkait pendampingan penggunaan media sosial, peningkatan literasi digital, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan sebagai benteng utama dari pengaruh jaringan terorisme. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
komentar
beritaTerbaru