Rabu, 08 April 2026

GNB Dukung Komisi Percepatan Reformasi Polri, Kapolri: Semangat Kita Sama

Sabtu, 15 November 2025 01:20 WIB
GNB Dukung Komisi Percepatan Reformasi Polri, Kapolri: Semangat Kita Sama
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri dan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB), termasuk Sinta Nuriyah Wahid, di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dan Komisi Percepatan Reformasi Polri memiliki semangat yang sama dalam mendukung percepatan pembenahan institusi kepolisian.

Hal itu disampaikan Sigit usai menerima audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri bersama sejumlah tokoh GNB di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Kamis.

“Kami sangat gembira bahwa, baik dari Gerakan Nurani Bangsa ataupun dari tim reformasi kepolisian sendiri, bersama-sama memiliki semangat untuk menjaga institusi Polri agar betul-betul bisa melaksanakan amanat undang-undang dan sesuai harapan masyarakat,” ujar Sigit.

Kapolri menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik, masukan, maupun rekomendasi dari berbagai pihak, termasuk GNB, sebagai bagian dari upaya percepatan reformasi yang tengah dijalankan.

Ia menyebut evaluasi internal terus dilakukan untuk menjadikan Polri semakin profesional dalam melindungi dan mengayomi publik.

“Tentunya kami terus membuka diri untuk menerima masukan, kritik, perbaikan, dan ini menjadi semangat bersama kami untuk terus melakukan reform,” kata Sigit.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Komisi Reformasi dan para tokoh GNB atas kontribusinya dalam proses pembenahan Polri. “Kami siap melaksanakan apa pun yang menjadi rekomendasi demi peningkatan dan reformasi institusi,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan GNB Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyambut baik pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri.

Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan pandangan dan aspirasi masyarakat terkait peran kepolisian dalam negara demokrasi.

“Bagaimanapun Kepolisian Republik Indonesia dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan sipil, bukan justru untuk menyakiti rakyat,” tegas Sinta.

Ia menilai reformasi kepolisian hanya dapat berjalan efektif apabila negara diselenggarakan berdasarkan keadilan, keberpihakan pada rakyat, serta menjunjung tinggi kedaulatan hukum.

“Ini yang kami bawa ke sini untuk berdiskusi dengan Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian,” ujarnya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat sipil guna mempercepat terwujudnya institusi kepolisian yang lebih transparan, akuntabel, dan humanis. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemkab Rembang Perkuat Budaya Donor Darah, Stok Diharapkan Lebih Stabil
Manajemen Mudik Lebaran 2026 Tuai Apresiasi
Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-anak Sekolah
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
komentar
beritaTerbaru