Rabu, 10 Juni 2026

Polri dan AFP Teken Rencana Kerja Bersama Tangani Penyelundupan Manusia

Rabu, 01 Oktober 2025 02:20 WIB
Polri dan AFP Teken Rencana Kerja Bersama Tangani Penyelundupan Manusia
Kadivhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra JB (kedua kanan) bersama jajaran menunjukkan dokumen kerja sama Workplan Indonesia-Australia People Smuggling Cooperation Program (IAPSCP) usai penandatanganan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Australian Federal Police (AFP) resmi menandatangani Workplan Indonesia-Australia People Smuggling Cooperation Program (IAPSCP), Selasa (30/9/2025).

Kesepakatan ini menjadi wujud komitmen kedua lembaga dalam memperkuat kerja sama pemberantasan tindak pidana penyelundupan manusia.

Program IAPSCP merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama yang telah dirumuskan dalam Senior Officers Meeting (SOM) Polri-AFP pada 7 Maret 2023 di Sydney, Australia.

Fokus kolaborasi diarahkan pada peningkatan kapasitas investigasi, koordinasi operasional, pertukaran informasi intelijen lintas negara, serta dukungan terhadap perlindungan hak asasi migran.

Dalam rencana kerja tersebut, kedua pihak menyepakati 10 poin utama, antara lain pendirian kantor pendukung di Pusat Pelatihan Misi Internasional (IMTC) Serpong, pengembangan kapasitas penyidik, pemberian dukungan operasional, penyelenggaraan pelatihan dan lokakarya, hingga penguatan kampanye pencegahan melalui media sosial.

Penandatanganan dilakukan secara sirkuler di dua lokasi. Dari pihak Polri, Kabareskrim Komjen Pol Drs Syahardiantono MSi. menandatangani dokumen pada 26 September 2025 di Jakarta, disaksikan Kadivhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra JB SH MH serta Kabag Perjanjian Internasional Divhubinter Kombes Pol Ferly Rosa Putra SIK.

Sementara itu, dari pihak AFP penandatanganan dilakukan oleh Deputy Commissioner Lesa Gale pada 30 September 2025 di Melbourne, bersamaan dengan SOM AFP-INP ke-13.

Kadivhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan tonggak penting dalam sinergi Polri dan AFP untuk menekan praktik penyelundupan manusia.

“Rencana kerja IAPSCP ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kolaborasi Polri dan AFP. Melalui program ini, kami tidak hanya memperkuat kemampuan teknis dan investigatif, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama intelijen untuk menekan praktik penyelundupan manusia yang merugikan kemanusiaan,” ujar Amur Chandra.

Ia menambahkan, kerja sama ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendukung strategi nasional maupun regional, khususnya dalam menjaga keamanan perbatasan, melindungi migran, serta menegakkan hukum secara efektif dan humanis.

Dengan adanya Workplan IAPSCP ini, diharapkan penanganan kasus penyelundupan manusia antara Indonesia dan Australia dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan terukur. Kesepakatan ini juga memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dalam upaya pemberantasan kejahatan transnasional. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
komentar
beritaTerbaru