Kamis, 08 Oktober 2026

Kapolda Jabar Lepaskan Mahasiswa Peserta Unjuk Rasa, Pilih Pendekatan Humanis

Senin, 08 September 2025 02:20 WIB
Kapolda Jabar Lepaskan Mahasiswa Peserta Unjuk Rasa, Pilih Pendekatan Humanis
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan Kapolda Jabar yang membebaskan mahasiswa peserta unjuk rasa di Bandung.
Bandung (buseronline.com) - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengambil langkah humanis dengan membebaskan sejumlah mahasiswa yang sebelumnya diamankan dalam aksi unjuk rasa anarkis.

Kebijakan tersebut ditegaskan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, dilansir dari laman Humas Polri.

“Pelepasan para mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Kapolda Jabar mempertimbangkan beberapa hal penting, di antaranya bahwa para mahasiswa ini masih bisa dibina,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, keputusan Kapolda diambil setelah mempertimbangkan secara mendalam aspek hukum dan sosial. Polda Jabar menilai pendekatan persuasif dan edukatif lebih tepat dibanding tindakan represif dalam menghadapi generasi muda.

Keputusan tersebut juga tidak lepas dari permintaan sejumlah pihak, termasuk pimpinan universitas, orang tua, keluarga mahasiswa, serta dorongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) demi menjaga stabilitas dan ketertiban umum.

“Mereka adalah generasi muda yang memiliki mimpi dan cita-cita, serta merupakan harapan bangsa,” tegas Hendra.

Menurutnya, para mahasiswa yang dibebaskan memiliki identitas yang jelas, bersikap kooperatif, tidak berusaha melarikan diri, serta tidak menghilangkan barang bukti. Faktor-faktor itu menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, para mahasiswa juga telah membuat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatan anarkis. “Komitmen itu menjadi jaminan bahwa mereka belajar dari kesalahan dan bertekad tidak merugikan masyarakat di kemudian hari,” tambah Hendra.

Polda Jabar berharap kebijakan ini dapat meredakan ketegangan dan menjaga kondusifitas daerah. “Dengan mengedepankan pendekatan humanis, situasi diharapkan kembali normal. Ini langkah preventif untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas,” ungkapnya.

Data Polda Jabar mencatat, sejak 29 Agustus hingga 2 September 2025, sebanyak 727 orang diamankan. Dari jumlah itu, 670 orang menjalani pembinaan, sementara 57 lainnya masih dalam pemeriksaan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemprov Sumut-Kejati Perkuat Pendampingan Sekolah Cegah Penyimpangan Anggaran
Timnas Indonesia Satu Grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027
Spanyol Comeback 2-1 atas Kroasia, Mikel Merino Jadi Pahlawan
Harry Kane Brace, Inggris Hajar Republik Ceko 3-0 di Wembley
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an
komentar
beritaTerbaru