Jakarta (buseronline.com) - Polda Metro Jaya mengungkapkan sebanyak 160 anggotanya mengalami luka-luka dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta pada 25-31 Agustus 2025.
“160 anggota (terluka),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis.
Selain personel, fasilitas milik Polda Metro Jaya juga mengalami kerusakan cukup parah. Ade Ary merinci, kerusakan mencakup 3.430 unit peralatan, 108 unit kendaraan, serta 76 inti bangunan.
“Jumlah kerugian peralatan dan fasilitas atau bangunan Polda Metro Jaya yang mengalami kerusakan akibat aksi anarkis tanggal 25-31 Agustus 2025 sebesar Rp180 M,” imbuhnya, dilansir dari laman Humas Polri.
Hingga kini, polisi telah menetapkan 43 orang sebagai tersangka. Dari jumlah itu, 42 orang merupakan dewasa dan satu di antaranya masih di bawah umur. Para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari penghasutan hingga perusakan.
Enam orang disebut masuk dalam klaster penghasut. Mereka adalah Direktur Lokataru Delpedro Marhaen Rismansyah (DMR), MS, SH, KA, RAP, dan TikTokers Figha Lesmana (FL).
Menurut Ade Ary, para tersangka menyebarkan hasutan melalui media sosial sehingga mendorong pelajar dan anak-anak ikut melakukan kerusuhan di lokasi unjuk rasa.
“Keenam pelaku ini ditangkap setelah Satgas Gakkum Anti Anarkis melakukan penyelidikan sejak Senin (25/8/2025) dan menemukan sejumlah bukti serta keterangan yang membuat kami melakukan penetapan tersangka,” jelasnya.
Adapun proses penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda. DMR ditangkap di Jakarta Timur pada Senin (1/9/2025) malam. MS ditangkap saat mendampingi DMR di Polda Metro Jaya pada Selasa (2/9/2025).
Sementara itu, SH ditangkap di Bali, RAP di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, dan KA diamankan oleh aparat Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. (R)
beritaTerkait
komentar