Jumat, 21 Agustus 2026

UNG Libatkan Kepolisian Bekali 7.000 Mahasiswa Baru Strategi Cegah Radikalisme

Jumat, 15 Agustus 2025 01:50 WIB
UNG Libatkan Kepolisian Bekali 7.000 Mahasiswa Baru Strategi Cegah Radikalisme
Sejumlah pejabat kepolisian dan narasumber berfoto bersama di depan ribuan mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo usai memberikan materi pencegahan radikalisme pada kegiatan PKKMB 2025 di Lapangan Rektorat UNG, Selasa (12/8/2025).
Gorontalo (buseronline.com) - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan komitmen mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan kampus dengan menggandeng kepolisian dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025.

Dilansir dari laman Humas Polri, sebanyak 7.000 mahasiswa baru mengikuti kegiatan bertema “Kampus Damai, Bangsa Kuat: Strategi Pencegahan Paham Radikal di Lingkungan Perguruan Tinggi” di Lapangan Rektorat UNG, Selasa.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan mental dan wawasan kebangsaan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa agar tidak mudah terpengaruh paham-paham radikal yang memecah belah persatuan.

Tiga narasumber utama dari jajaran kepolisian hadir memberikan edukasi, yaitu Dirbinmas Polda Gorontalo Kombes Pol Imet Chairudin Tamsil SIK MM, perwakilan Direktorat Pencegahan Densus 88, Rian Rinaldi MH dan Katim Dai Polri, M Atmal.

Kombes Pol Imet Chairudin Tamsil menegaskan pentingnya menanamkan wawasan kebangsaan sejak dini. “Mahasiswa adalah tulang punggung bangsa. Rasa moderasi dalam kebhinekaan harus terus dipupuk agar tidak mudah terpengaruh ideologi yang memecah belah,” ujarnya.

Sementara itu, Rian Rinaldi dari Densus 88 memberikan tips praktis untuk mengenali indikasi radikalisme. Ia mengimbau mahasiswa agar kritis dan selalu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayainya.

“Hindari konten yang memprovokasi perpecahan,” katanya, sambil memaparkan ciri situs, forum, hingga individu yang berpotensi menjadi pintu masuk paham radikal.

Sejalan dengan itu, M Atmal mengajak mahasiswa menjadi counter-narrative atau penangkal propaganda radikal. “Kita semua harus menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikal dan IRET Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme,” tegasnya.

PKKMB dengan tema khusus ini menjadi langkah strategis kolaborasi antara UNG dan kepolisian untuk mencegah lahirnya embrio radikalisme di kampus.

Dengan bekal pemahaman yang diberikan, ribuan mahasiswa baru diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan penggerak terciptanya lingkungan kampus yang aman, harmonis, serta berkontribusi positif bagi persatuan bangsa. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
USU Catat Sejumlah Capaian dan Perkuat Ambisi Menuju Kampus Berdaya Saing Global
Presiden Prabowo Apresiasi Petugas Upacara HUT ke-81 RI di Hambalang
Gallery Mustika Deli Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Kota Medan
Operasi Damai Cartenz Kawal Upacara HUT ke-81 RI di Yahukimo hingga Berlangsung Aman
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026
883 Calon Jemaah Haji Batang Jalani Pemeriksaan Kesehatan
komentar
beritaTerbaru