Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum memberikan arahan strategis kepada seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) se-Indonesia dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di The Tribrata Convention Center, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu.
Dalam arahannya, Kakorlantas menekankan pentingnya eksistensi Polantas di era digital sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.
“Saya yakin rekan-rekan sudah bekerja optimal di wilayah masing-masing. Namun, tetap dibutuhkan analisa dan evaluasi agar setiap langkah kita semakin terarah dan berdampak,” ujarnya.
Irjen Pol Agus menyebut bahwa kehadiran TNI-Polri, khususnya Polantas, di tengah masyarakat merupakan representasi langsung dari perlindungan negara.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun sinergitas melalui komunikasi, koordinasi, dan kepemimpinan berbasis keteladanan.
“TNI-Polri harus hadir untuk rakyat, hadir di lapangan. Itu menjadi simbol bahwa negara benar-benar hadir dan melindungi. Dalam konteks kamseltibcarlantas, kita adalah penjaga peradaban yang harus bekerja dengan hati dan teladan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi eksistensi yang memberi warna dan dampak.
“Kita mungkin tidak sempurna, tapi kita punya warna dan eksistensi. Pemimpin itu harus menjadi simbol pelayanan dan perlindungan negara,” tambahnya.
Dalam arahannya, Kakorlantas kembali menegaskan tugas pokok Polri, yaitu melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan dedikasi.
“Kita tidak boleh dibenci masyarakat, tidak boleh jauh dari rakyat. Kita harus dekat, diterima, dan menjadi penolong saat mereka membutuhkan. Wewenang yang kita miliki adalah amanah rakyat,” tegasnya.
Sejalan dengan arahan Kapolri, Irjen Pol Agus juga menekankan pentingnya transformasi organisasi dalam mewujudkan Polri yang modern dan adaptif.
Transformasi ini menurutnya harus nyata tidak hanya dalam struktur, tetapi juga dalam kualitas pelayanan publik.
“Transformasi organisasi bukan sekadar perubahan struktur. Output-nya harus terlihat dalam penguatan kualitas, jangkauan, dan daya respons kita terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Mengakhiri arahannya, Kakorlantas mengajak seluruh jajaran Polantas untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik.
“Di era digital ini, mari kita jaga marwah Polantas. Buktikan kepada masyarakat bahwa Bhayangkara lalu lintas layak dipercaya, adaptif, dan siap menjadi pelayan publik yang tangguh,” pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar