Selasa, 07 April 2026

Operasi Ketupat 2025 Berhasil Tekan Kecelakaan dan Fatalitas, Angka Turun Signifikan

Kamis, 17 April 2025 01:29 WIB
Operasi Ketupat 2025 Berhasil Tekan Kecelakaan dan Fatalitas, Angka Turun Signifikan
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso memberikan arahan kepada peserta apel di Lapangan NTMC Polri, Senin (14/4/2025), terkait keberhasilan Operasi Ketupat 2025.
Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) mencatat keberhasilan signifikan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025.

Dalam apel yang digelar di Lapangan NTMC Polri, Senin, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Raden Slamet Santoso menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas turun hingga 31 persen, sementara fatalitas korban mengalami penurunan sebesar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Operasi Ketupat berjalan baik, aman, dan lancar. Angka kecelakaan turun 31% dan fatalitas korban kecelakaan turun 46%,” ungkap Brigjen Slamet dalam arahannya kepada peserta apel.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras Korlantas semata, melainkan berkat kolaborasi solid antara personel di lapangan dan seluruh stakeholder terkait.

Penurunan angka kecelakaan juga didukung oleh pelaksanaan Operasi Lilin dan Operasi Nataru yang digelar sebelumnya.

Brigjen Slamet menjelaskan bahwa Korlantas memiliki fokus utama dalam menekan angka kecelakaan, mengurangi tingkat fatalitas, menurunkan jumlah pelanggaran, serta membangun budaya tertib berlalu lintas.

Strategi tersebut dijalankan melalui berbagai upaya mulai dari kegiatan rutin, Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), operasi kepolisian, hingga pelayanan publik.

Dalam penanganan lalu lintas, ia menekankan pentingnya penerapan strategi Pentahelix, yakni kolaborasi antara lima unsur utama: akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah, dan media.

Melalui pendekatan ini, Korlantas menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi untuk memberikan masukan, pelaku industri otomotif, komunitas pengguna jalan, serta instansi pemerintah seperti Dinas Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Bappenas.

Media pun disebut berperan besar dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Salah satu contoh keberhasilan strategi ini tampak saat arus mudik Lebaran.

Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way diterapkan untuk mengatasi lonjakan volume kendaraan, yang dinilai efektif menekan potensi kecelakaan di titik-titik rawan.

Menutup arahannya, Brigjen Slamet menegaskan pentingnya perencanaan jangka pendek hingga panjang dalam upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas.

“Kita harus siapkan rencana harian, mingguan, bulanan hingga tahunan. Semua demi keselamatan masyarakat di jalan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kerja sama, sinergi, dan inovasi agar penurunan angka kecelakaan dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan sepanjang tahun. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru